SAJAK PARALON
Aku paralon yang menghubungkan sepi
Dari satu suasana bercengkrama
Bersama misteri kehidupan berduri
Betapa metaforanya gaya hidupku
Lembah berair biru kuterjuni
Tenang tak ada gairah ambisi
Gunung ku daki kutemukan mimpi
Sebagai paralon aku diam
Berusaha tegar meski hutan itu sangar
Kadang aku bergetar mencoba bersandar
Tapi tak kutemukan teman berbincang
Hanya tekanan, bunyi, dan curahan
Aku sedih sendiri
Kaku sampai lumut tumbuh di tubuh
Hatiku mudah luruh
Padahal cacian sering kudapatkan
Dari itu karakter, gagasanku dibentuk
Aku paralon kebenaran yang diarahkan
Sesuai keinginan
Adakala retak semangatku
Ketika semua itu dipaksakan
Sementara aku tak mampu
Agung Gema Nugraha
Desember 2025
Komentar
Tulis komentar baru