Cantik putih tersenyum menawan.
Berjalan anggun menjaga pandangan.
Menutup aurat dengan jilbab
Miliki hati penuh cinta dan rahmat.
Wangi harum bunga mawar
Mengelilingi diri dan dunia.
Tak kuasa menahan gelora
Cinta yang lama tersimpan setia.
Walaupun engkau bukan istri nabi
Bukan pula wanita pahlawan pejuang.
Tapi bagiku dan bagi anak-anak
Engkaulah sang wanita pejuang.
Yang berjuang dari pagi hingga pagi
Demi terwujudnya semua mimpi.
Wanita pujaan hati selalu berbagi
Menebar senyum dan gairah diri.
Berjuang tanpa henti
Walau tak ada yang dinanti.
Wanita pujaan bukan hanya mencari materi.
Dia hadir karena Ilahi.
Berbagi rahmat dari Ilahi
Agar terjaga diri, jiwa dan kesucian nurani.
Tak perlu menjadi pahlawan pejuang lain
Apalagi menjadi wanita pujaan orang lain.
Cukup menjadi orang yang dicintai
Disayangi keluarga inti adalah hadiah tak ternilai.
Tak perlu pula perbanyak teman dan pertemuan.
Teman yang utama hanya pendamping hidup dariNya.
Tak perlu pula perbanyak
Dandanan.
Cantik yang utama ketika tersenyum menjaga hatinya.
Wanita sang pahlawan bukanlah disana
Dia yang selalu menjaga diri, hati dan busananya.
Wanita sang pahlawan bukan sekedar pahlawan.
Dia yang selalu berjuang demi tegaknya sang keluarga.
Makassar 2020
Asrul Sani Abu
Komentar
Tulis komentar baru