Sore beranjak menggapai malam,
tawa semerbak wangi harapan.
Sambil beradu kalimat suka,
candamu candu mengikat rasa.
Semakin gelap langit kotaku,
saat lajuku masih menderu.
Seiring waktu memupuk ragu,
cemas pun datang ikut berpacu.
Saat nya tiba di ujung tepi,
menit rasa detik lantang tak henti.
Tanya berkumpul menyesak hati,
berharap imbalan jawaban pasti.
Lantun ku ungkap sejuta rasa.
Luapan asa di cintamu kuminta.
Namun kau bicara tanpa suara.
Gelengan kepalamu bermakna duka.
Dalam diam,sendiri kukecap asam,
malam berkabut semakin suram.
Hingga senyum fajar usir rembulan,
mengiringi pamitku padamu pujaan.
Komentar
Tulis komentar baru