Skip to Content

TENGGELAM DALAM CINTA Puisi ke 36 dalam MENGHITUNG RINDU (1)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

 

 

TENGGELAM DALAM CINTA  

 

Kuncilah cinta dengan cemburu yang utuh

Gantung cemburumu pada seluruh tubuh

Penuhi semua sudut hati jangan ada ruang kosong tersisa

Kemudian biar api cemburu menyala dalam dada

Terima siksa cemburu dengan hati penuh cinta

Ubah wujud cemburu menjadi cinta yang nyata

 

Kau akan menderita jika ketajaman pandangan cinta

Kau batasi dengan rasa nasi basi berlendir bau

Yang hewanpun akan tidak mau menyantapnya

Jika demikian kau hanya menikmati cinta yang semu

 

Keagungan cinta kau batasi dengan sekedar cerita

Tentang pedang dan menusukkannya ke dalam gua

Keluhuran cinta kau batasi bersilat lidah bertukar air hina

 

Jika demikian bagaimana kau tidak akan terbakar

Hangus dalam hidup segan mati tak hendak terkapar

 

Lihatlah cinta ketika kawanan buaya menyeringai

Siap membantai kerbau banteng zebra yang melintasi sungai

Nikmatilah cinta pada tajamnya kuku harimau lapar

Menancap di punggung rusa yang gemetar

Menggigit leher mengunci tenggorokan mencipta kematian

Lalu tetesan darah jadi minuman daging dikoyak jadi santapan

 

Jangan tukar cinta dengan erangan dan rintihan mendayu

Karena raba karena elus karena kecup karena rayu

Ketika hujan lebat turun saat subuh kau pacu nafas kuda

Berlari kencang menghabiskan nafas yang ada

Ingin segera sampai ke puncak

Lalu setelah itu kau letih lemah lesu tergeletak

 

Bagaimana kau tidak akan terbakar

Hangus dalam hidup tak mau mati tak hendak terkapar

 

Biarkan kuntum mekar merekah tetap pada tangkai

Biar kuntum dan tangkai dihembus angin menari gemulai

 

Jangan kau petik jangan campur tangan hingga layunya

Dan kau dalam kesabaran menanti kuntum berikutnya

 

201604291036 Kotabaru Karawang

 

 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler