jika kau ingin mencintai puisi
cintai alam
cintai api
cintai air
cintai angin
cintai tanah
cintai kayu
-cintailah semesta-
ada yang memanggilku
lewat mulut-mulut toa
dari ketinggian uhud
masjid, surau, dan langgar
lamat-lamat kudengar
suaranya telanjang
menikah adalah engkau mengikat janji
erat dengan tulus suci, serta mematri hati
untuk tetap setia menjalani rutinitas hari
bersama kekasih jiwa sehidup semati
menikah adalah saat dimana engkau
mengangkat sauh kembangkan layar
untuk arungi samudera kehidupan
dimana engkau jadi nahkoda tepercaya
salam puisi!!!
saat engkau baca tulisan ini camkanlah
jika aku hanyalah penikmat kata-kata
yang selalu angkat topi pada mereka
masih tentang dunia maya
yang kita sepakat menyebutnya puisi
tadi sore, dosen kita menyajikannya penuh
aroma pada baki sarat makna
mengapa kau ragu pada puisi?
padahal puisi adalah belahan hati
padanya menggantung nurani
kaupun memujanya penuh pujapuji
...
ijinkan aku, menulis puisi,
meski pun dengan kata paling sederhana
meskipun dengan makna paling papa
meskipun dengan kiasan paling percuma
ijinkan aku,
menulis puisi,
meskipun setelahnya terpuruk dan
sakit hati
Manusia, lahir membawa hak asasi, juga membawa trah sebagai zoon politicon sekaligus homo homini lupus..
Saya, seperti manusia yang lain bisa lebih baik dari malaikat, bisa lebih buruk dari setan.
Jangan kau tutup pintu itu
Biarkan terbuka, agar tetap terlihat senyummu
Sebelum malam semakin berlabuh
Bulan sembunyi dalam lipatan awan
Komentar Terbaru