ada yang mengapung
pada ruas-ruas jalanan
bahwa hidup mirip tanjakan
seribu tuntutan harus ditaklukkan
kretek ditanganmu adalah simbol
mengaburnya masa depan
bibir tipis mengelus waktu
ini cerita sepanjang jalan
ada yang mengapung
pada amisnya air selokan
mimpi telah dikubur di pemakaman
siang kelam malam terang
bahwa hidup seperti liku
menikung kiri kanan
jalan lurus adalah punya mereka
mereka yang membersihkan debu di sepatu
dengan kertas berwarna kemerahan
bergambar Soekarno-Hatta
berlogo garuda merah
lalu mereka yang berdiri
di sepanjang jalan Wahid Hasyim
adalah tanda timpangnya mimpi
memakai baju yang belum selesai dijahit
lalu meniup hidup sepanjang jalan
ada yang mengapung
di deru kenderaan bermotor
bahwa hidup seperti jalan menurun
yang ada raib di rampas waktu
dan kata jadi sakti di bibir
mengumbar rayu mendekap dosa
kita adalah pijakan-pijakan peristiwa
yang mengadu pada jalan-jalan berdebu
tapi melempar kita ke pinggir peraduan
hidup punya cerita
tapi bukan punya kita
Medan
Sabtu, 19 Juli 2014
Pukul 03.30 WIB
HIDUP PUNYA CERITA TAPI BUKAN PUNYA KITA
- 10453 dibaca
Komentar
Tulis komentar baru