jelang tengah malam dua lima juni dua dua
diantara kepenatan jalan pikiranku
kucoba membuka jendela kehidupan dunia maya
untuk sekedar menghirup kesegaran angin
dan menikmati maya dalam maya
barangkali kutemukan mutiara dari untaian cerita
yang belum kutemukan dalam dunia nyata
ada wajah anggun ulurkan tangan pertemanan
diantara tebaran permintaan pertemanan
kusambut dia
meski kutahu binar matanyapun begitu maya
"Imah....." begitulah ia tulis perkenalan di messenger
kusambut ia
dan kutempatkan di sudut taman kehidupan
siapa tahu ia tumbuh tebarkan wewangian
meski dalam kekaburan batas pandangku
aku tak mampu menembus kemayaannya
kuabadikan ia di sini karena kutangkap keunikan
Komentar
Tulis komentar baru