Lelaki di kebun duduk di pondok tanpa atap
Ke batas pandang terhalang mega-mega putih menatap
Bergumam sendiri apakah aku siap
Lelaki di kebun menanam kunyit
Gagang pacul didekap dahi mengernyit
Jika izrail datang kuatkah aku menahan sakit
Lelaki di kebun menanam sirsak
Menatap tanah dunduk duduk sejenak
Ah. Izrail datang nafasku sesak
Lelaki di kebun menanam serai dan petai
Bergumam Izrail datang semoga santai
Jangan sampai aku menyeringai
Lelaki di kebun menanam delima
Bergumam “inni as aluuka ridhaka”
Hatiku lumayan lega
Lelaki di kebun menanam papaya
Bergumam tiada daya tiada upaya
Kau Mahakuasa
Lelaki di kebun menanam rambutan
Bergumam wajar penuh kekhawatiran
Karena mencatat “khata i wa nisyaan”
Lelaki di kebun menanam semangka
Berdo’a selama diizinkanNya
Bukan untuk surga juga bukan neraka
Lelaki di kebun menanam manggis
Harapan tak pernah habis
Menggumpal dalam tangis
Lelaki di kebun menanam kedondong
Gemetar lidahnya akan dipotong
Ridha mengaku tak sengaja bohong
Lelaki di kebun menanam kenanga
Bergumam aku pergi sendiri saja
Semoga betah dan tak kembali ke dunia
201604250841 Kotabaru Karawang
Komentar
Tulis komentar baru