Nyanyian laut adalah keindahanku,
tak bias, tampak indahnya dasar palung
polos, tak berliku bak sungai bersampah
lembut, menerima yang busuk dan basi
yakin, Di sana mengerti niat kalbunya
meski serapah dan serakah memeluknya
Nyanyian laut adalah geloraku,
mengisi penuh setiap celah-celah bertuah
tak biarkan ganggang kehidupan patah
tak izinkan kotor menghalangi jernihnya
berkawan dengan matahari yang perkasa
memberi kehidupan di liang tak terlihat
Nyanyian laut adalah desahku,
gelegak ombak bersetubuh dengan angin
mendesir hangat ke butiran-butiran pasir
menyentuh di dasar segala rasa di palungnya
meregang, pecah, hangat, lega, lunglai, damai
Nyanyian laut adalah amarahku,
badaiku adalah kematian panjang
mencengkeram siapa saja yang ingkar
tak peduli peringatan sang matahari
bahwa tahtanya akan ke ufuk barak
pertanda kehidupan akan melepas nafas
Nyanyian laut adalah jiwaku,
terima segala, baik buruk tanpa bertanya
seluas dasar tak berujung tak bertepi
karang-karang keteguhan adalah pilar
tempat tautan resah segala yang lemah
Nyanyian laut adalah hatiku,
penyimpan palung kerinduan yang dalam
tempat udang bersembunyi dengan damai
dari pemangsanya yang tak kenal lelah,
tempat bintang laut menancapkan asanya
Di tepi pantai,
tempat tautan rindu daratan dan lautku
maukah Kau kidungkan nyanyian ikrar kita
agar sungai, lembah, dan gunung mengerti
tak ada langit biru berdinding pemisah
antara keindahan gelora desah amarah jiwaku
bertaut abadi di kedalaman hati penuh damai
Di tepi pantai,
saat pasir bercumbu mesra dengan ombak
maukah Kau antarka aku ke sebuah palung lain
yang penuh tulus, indah, harap tak berduri
agar doa yang diam tak pernah terucap
sampai ke hati-Mu yang selalu hangat
Di tepi pantai, nyanyian laut menunggu
Sampai nafas bersatu dengan keabadian-Mu.
Yogyakarta, 31 Des 2013
Komentar
Tulis komentar baru