pernah suatu ketika
kita saling berjatuhan seperti salju pertama
pada pagi musim dingin di kota Ankara;
perlahan-lahan saling jatuh cinta
meskipun belum sempat berkata apa-apa
ketika angin mengajaknya berdansa.
***
pernah suatu ketika
aku menjadi ranting yang rapuh
setelah melepasmu sebagai daun yang jatuh.
***
pernah suatu ketika
kita bergantian menjelma riak-riak kecil
pada permukaan mata yang saling menatap
tak mengerjap;
menggulung ombak rindu
yang tiba-tiba berdebur tak menentu.
***
pernah suatu ketika
kamu menjadi senja yang paling jingga
sebelum aku sebagai laut yang cemburu menenggelamkanmu.
***
pernah suatu ketika
kamu dan aku hanya berkata-kata
tentang segalanya kita...........
(STAR 634, Yasir Evi, 16102012, 14.50)
Pernah Suatu Ketika Kamu dan Aku Berkata Seperti Ini
- 1614 dibaca
Komentar
Tulis komentar baru