Skip to Content

Puisi ke 29 dalam MENGHITUNG RINDU (1)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

 

 

 

RINDU SEPERTI HUJAN PAGI  

 

Pagi hujan lagi seberkas rindu menghampiri hati

Di tepi hati indah sekali rindu merajut serpihan kenangan

Begitulah dalam rindu kenangan dirajut utuh kembali

Seperti jutaan titik air yang jatuh menjadi hujan

 

Engkau tidak akan pernah mengerti seperti apa cintaku

Jika engkau mengenang dekapanku sebagai nelayan asing

Yang mengintai kapan lengahnya penjaga pantai

Lalu sepuas hati membantai setelah itu tertawa puas

 

Engkau tidak akan pernah mengerti seperti apa cintaku

Jika engkau mengenang kecupanku sebagai berahi anjing

Mendekat merintih menjilat ingin dibelai

Membaca senyumku sebagai seringai ganas

 

Mengukur hanya sampai lantunan nyanyian sebatas khayalan

Padahal aku yang kau lihat dengan mata

Bersemayam dalam jiwa

Batin adalah gambar mahanyata

 

Pagi hujan lagi titik airnya jatuh pada dedaunan

Kusebut banyak nama ketika bibir terkatup

Ada namamu melekat

 

Rindu dan cinta adalah cerita panjang yang tak diselesaikan

Gairahnya tak pernah redup

Tegak dalam terang namun tak terlihat

 

201603260719 Kotabaru Karawang

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler