Skip to Content

Taken

Foto Samudera Yekti

Aku menyimpan semuanya di dasar hati

letupan kecilnya pernah kuungkap, dalam hiasan kata bermakna dalam

Meski AbStrak, layaknya inferno milik DanTe

atau monolith GusTaV ViGeLanD

yang seluruh permukaannya terdiri dari bentuk massal manusia

bentuk massal manusia yang menggeliat, saling terjalin,

terjerat, merekat

coba gambarkan lingkaran abadi manusia

yang terkadang terasa menjijikkan

laksana selaksa kuburan massal

....

ya, kau tidak akan pernah bisa menyentuhnya

karena bahkan dibawah langit bertabur pintangpun

aku, kamu, kita, bisa sangat terperangkap dalam gelap

..

bahkan di bawah bukit bersalju pun

sebenarnya terdapat tempat dimana flora lapuk berakumulasi,

berkelindan menjadi gambut

membentang pada titik titik muasal api abadi

beberapa diantaranya menyala berabad abad

tepat di bawah hamparan salju

salju yang aku, kamu, kita lihat begitu kokoh

...

disana,

diantara tumpukan lembah gambut

tak kan busuk rasa

yang terpendam sekian lama,

di lahan gambut kilometer hampir-nol oksigen itu

tak membusukkan raga sekian lama

karena memang rasa itu ada di raga

ada disini

dalam ragaku

mengalir dalam aliran darahku

....

aku,kamu, selalu, seperti itu

*seperti juga di lahan gambut manapun di seluruh dunia yang bersalju,

ia bisa terbakar, meledak, menyalakan api abadi

jika disulut oleh obor yang tepat

 


puisi ini tertulis begitu saja setelah membaca novel The Doomsday Key of 2012 karya James Rollin

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler