Skip to Content

puisi motivasi

Panorama Keindahan

Mungkin lebih baik begini

Menyendiri di sudut kota ini

Melihat panorama keindahan

Hingga tampak warna malam

 

Jangan menjauh atau menghilang

Sang Penyihir

Ku tengok chanel-chanel di televisi

Tiada menarik dan sekedar bosan yang melanda

Ah, nanar aku

Tiada ku dapati lagi zaman purba tentang opera romansa konyol

Kita pada Fajar

Fajar di luar, kita di dalam

Masih menghirup udara semalam

Ayo keluar, masih ada udara segar yang belum kita hirup

Angin dan Panas Keabadian

Cinta seperti panas

Ketiadaan dari dingin

 

Cinta seperti angin

Ketiadaan dari hampa

 

Hangat

Membakar, Memuaikan

Kawan Ayo Kita Berkarya

Telah begitu jauh kita berjalan, susuri lorong-lorong rimba Kehidupan.
Pernah suatu hari kau tolong seekor burung, yang merintih dengan sayap berdarah, ulah peluru buta.

Bayangan Senja

Getir hati mencubit jiwa..

membekas dan membiru hingga ke muka

pucat pasi tiada berdaya

mengingat lalu yang terpedaya,

Semangat

Mungkin saaat ini aku harus terdiam .

Merenung  tentang hidup yang penuh akan batu terjal.

Engkau Bukan Pengecut

Engkau bukan pengecut

Hay kawan, bangunlah .

Mama

mama,,
kaulah orang yg berani taruhkan nyawamu..
Kaulah yg mampu menahan tangismu..karena aku..
Jiwamu gundah & lara namun bibirmu trsenyum..

Mama,,

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler