Skip to Content

Puisi realita

PENCOPET CERDIK

PENCOPET CERDIK

 

Tangannya tanpa tanding

lembut seperti angin

Cekatan mengalihkan pikiran

Hatinya dingin 

YANG BERSEMI

YANG BERSEMI

 

Yang bersemi adalah sampah

wanginya tajam menghantam

kamarku ketika larut kelam

 

Yang bersemi khayalan tak bertepi

MIMPI YANG PUDAR

MIMPI YANG PUDAR

 

Seperti bumi sirna mega

Angin singgah tak punya rasa

 

Satu lagi menepi putus sekolah

Anak dari temanku

Dalam Lingkaran Setan

Ku minum minuman keras memabukkan

Ku nikmati indah nya malam dengan bermain dengan para betina yang membutakan!

Ku lepaskan malam itu, nafsu yang ku miliki

Sungai Mahakam

: bagi kekasih jiwaku

 

mahakam ini kawan,

ular yang menetas dari induk mata air

dan mengaliri dadaku hingga luber ke tepi

Indonesia Membaca

iqra!

bacalah!

dengan nama tuhanmu, katakanlah:

aku orang indonesia, lahir di bumi nusantara

dari rahim persada, berbhineka tunggal ika

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler