PENCOPET CERDIK
Tangannya tanpa tanding
lembut seperti angin
Cekatan mengalihkan pikiran
Hatinya dingin
YANG BERSEMI
Yang bersemi adalah sampah
wanginya tajam menghantam
kamarku ketika larut kelam
Yang bersemi khayalan tak bertepi
MIMPI YANG PUDAR
Seperti bumi sirna mega
Angin singgah tak punya rasa
Satu lagi menepi putus sekolah
Anak dari temanku
Ku minum minuman keras memabukkan
Ku nikmati indah nya malam dengan bermain dengan para betina yang membutakan!
Ku lepaskan malam itu, nafsu yang ku miliki
: bagi kekasih jiwaku
mahakam ini kawan,
ular yang menetas dari induk mata air
dan mengaliri dadaku hingga luber ke tepi
iqra!
bacalah!
dengan nama tuhanmu, katakanlah:
aku orang indonesia, lahir di bumi nusantara
dari rahim persada, berbhineka tunggal ika
Komentar Terbaru