Skip to Content

puisi sedih

CELAKA

Celaka

Pura-pura aku dipuja

Layaknya benda berharga tak bernyawa

Karena mata-mata itu melihatku berbeda

Hmmmmmm

Ya, aku lahir dari putrakrama yadnya

Ketika tubuhku di Ranjang

Ketika tubuhku di ranjang

Kau datang sebagai dingin 

Dan angin yang kadang kadang tenang dalam kenangan

Ketika tubuhku diranjang 

Telah Datang Senja

Telah datang sang senja menjemputku

Dengan kereta kencananya dia kemari

Daun yang gugur dan dahan yang menari nari

Mengiringi perjalananku kali ini

Kau memilih diam

Ku simbak malam berbalut kelam,,
Saat bayang tak mampu ku genggam,
Saat penantian hanya bungkam...

"AKHIRNYA KAU MEMILIH DIAM"

Pesat saut kilat membelah lautan

Papan Bunga di Penghujung Ramadhan

Tak kuasa diri ini menyangkal takdir

Hanya seonggok badan...

Hanya seorang hamba...

Meja Tak Bertuan

Waktu itu aku berlari kencang demi tujuanku

Tiada pamer dan menjadi juara

Tiada kompetisi tiada dendam

Ada tujuan yang ingin aku peluk,

Anak Kolong

Anak Kolong

 

Kau  Ayahku…

 

Berdiri  diatas kokohnya benteng kosong

Senyummu bangga..

Duri Cinta

Saat ku terdiam..

Bukan berarti aku tak peduli,Aku hanya ingin menyandarkan letihku seorang diri..

Dikala melihatmu bercanda dengan nya,dan kau acuhkan aku dari hatimu..

gugur yg di sengaja

selang beberapa daun kuning menggugurkan dirinya sendiri

sedang daun kering yg tlah jatuh di tanah 

hanya memandang berpikir mereka senasib dengannya

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler