Skip to Content

Oktober 2015

ASA DI UJUNG JALAN

Dewi malam sepi dan hening

Langit dan bintang seolah membeku

AKU RINDU IBU

Dinginnya malam mencengkam kalbu
Membuka lembaran ingatan tentangmu yang kini jauh di ujung pulau
Sebelum mata terpejam, ku pinjam sepenggl waktu tuk memeluk bayangmu
Bersama sejuta rindu melebur dlm tarian pena berkepalah biru

Bayangan wajah kusut memenuhi kantong ingatanku
Engkau yg tidurnya tak kenal lelap kala malam menyapa
Engkau yg mendahului sang mentari sebelum pagi mengepkan sayapnya
Tak pernah mengeluh dlm gelap, tak pernah berkeluh kesah dlm senyap

Kulit yg dulu mulus, kini dipenuhi guratan" halus bagaikan benang sutra yg tak ternilai harganya
Rambut yg dulu hitam kemilau, kini sedikit demi sedikit dihinggapi uban
Sengatan raja siang, rintik hujan, tak henti menghujam
Tak jua redup kobaran api semangat juangmu

Engkau pahlawan hidupku, akankah kupijaki surga?
Bilur"luka menganga, ditikam tingka jahilku
Miliaran kata, merobek jiwa bijakmu
Akankah kutemui bahagia di akhir nafasku?

Di ujung malam ini, ku menyapamu lewat untaian sairku
Lewat desauan sang bayu, ku bingkiskan kidung kerinduan
Jika Chairil Anwar ingin hidup seribu thn lg, maka aku ingin hidup selamanya hnya untk memelukmu
Engkau cinta pertamaku, aku mencintaimu kemarin, hari ini, esok, dan hingga Tuhan cemburu melihatnya

CINTA TAK SELAMANYA MEMILIKI

Ingatanku masih pagi, saat pertama kali kau memberikan senyuman yang paling manis dari beberapa wanita yang pernah kutemui. Awalnya kita dipertemukan di suatu senja, di sebuah kontrakan yang sudah cukup reot. Plafonnya sudah tak beraturan lagi, bergantungan tanpa ada yang mengurusinya, dinding bercat putih sudah memudar termakan usia.

KAU VS KOPI

Aku masih di sini, menghabiskan malam tanpa ada riuh suara, tanpa ada bising mesin, tanpa ada deringx nada ponsel yang sering memecah pekatnya mlam. Hanya ada aku dan penat. Entahlah dimana damai itu bersembunyi. Hanya ada mimpi terhampar di atas altar ilusi.

UNTUK KITA

Magma jantungku gemuruh, lava meleleh, jatuh menggoreskan merah pada selaput mata, saat menatap cerita kita yang tak pernah lekang dari lilitan duri yang membelenggu. Ada decak ragu pada gontai langka menelusuri petilasan jejak mimpi yang nyaris suram, tak ada cahaya. Rasanya ingin segerah mengakhiri petualangan ini, berhenti di persimpangan jaln.

ARTI SEBUAH NAMA

E-ngkaulah wanita yang paling mulia dalam hidupku

L-antunan nada indah selalu mengiringi tidurku kala itu

AKU INGIN SETIA

Malam mengepakan sayap pekatnya di titik lasuardi
Hamparan cahaya putih memberi warna pada gelap
Jemari turut menyapa pekatnya malam

Catatan Enam Lima

Tiba Waktunya

Nyanyian Berganti Tanya

Teriakan Tak Sekedar Hanya

Merdeka Atau Mati Kita Punya

 

Biarkan Siang Hilang

Atau Malam Membenam

Sejarah Ah Sejarah

Kita Pernah

Bersama Berdarahdarah

Berdiri Diantara Amarah

Menangis Dan Pasrah

Kemudian Mencatat Dengan Sedikit Gelisah

 

Ah Sejarah Ah



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler