TITISAN PRABU SILIWANGI
Puisi ini kutulis untukmu
Perbendaharaan berbagi rindu
Bagai sabuk permata
Pakaian kaum bijaksana
Titisan Prabu Siliwangi
hadir dihadapan
mengisi sepi
luangkan waktu bercengkrama
Semoga bisa terbaca
oleh sesama
Dedaunan terhenti bergoyang
Anginnya di batang pohon pisang
Bintang sirius nampak terang
Menyambut kedatangan utusan
Sang pemiliki aura kegagahan
Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi
Teristimewa dengan banyak gelar
Maharaja Pajajaran berjiwa berlian
Bernama Pangeran Jayadewata
Ikon dari kerajaan Sunda
Waktu kecil dipanggil Pamanah Rasa
Karena saking tampannya
Orang yang melihat terpana hatinya
Remajanya karismatik cerdas
Pemudanya bertualang berparas
Lembut, rendah hati, benar tangkas
Lahir bersinar di abad lima belas
Ayahnya bernama Prabu Dewa Niskala
Ibunya bernama Uma Dewi yang setia
Kakeknya Maharaja Wastukencana
Yang selalu mendekatkan dirinya
Pada Maha Pencipta
Dan sangat disegani rakyatnya
Buyutnya adalah Prabu Linggabuana
Terkenal dengan Prabu wangi
Karena gagah perkasa dan berani
Gugur saat pertempuran bubat
Ambilah kalimat berharap keramat
Beliaulah Prabu Siliwangi pertama
Burung rajawali mengitari bima sakti
Sayapnya lebar teduhi bumi pertiwi
Maharaja Niskala Wastu Kencana
Sebagai penerus tahta Siliwangi kedua
Pamannya Hyang Bunisora
Sempat bertahta untuk sementara
karena sang pangeran masih kecil
Akhirnya setelah cukup diberikan
Tepatnya di angka penuh makna
Dua puluh tiga tahun umurnya
Pangeran Wangisutah menjadi raja
Sang Nusya Mulya Tapa
Maha Praburesi Niskala Wastu Kencana
Matahari di Kawali terang menyinari
Sejuknya udara suara rakyat gembira
Prabu Siliwangi kedua pemilik ilmu utama
Membagi kerajaan menjadi dua
Galuh dan Pakuan berjaya
Tanah subur makmur
Karena beliau pemilik petutur
Tak ada derita lenyap nestapa
Berkat beliau raja yang mulia
Seratus empat tahun kurang lebihnya
Memimpin teguh terpercaya
Setelah itu sudah waktunya
Panggilan datang
Maka “Tilem” di Nusalarang
Bulan cahayanya tetap tenang
Benda langit berkedipan
Seperti emas warna-warni menyala
Rumput berkilauan menakjubkan
Memantulkan sinar pertanda
Di cakrawala
Sri Sang Ratu Dewata Pamanah Rasa
Adalah Prabu Siliwangi ketiga
Adapun ayahnya yaitu Dewa Niskala
Tidak bergelar Siliwangi pahami itu
Karena ada yang dilanggar dari tabu
Menjabat tujuh tahun
Lalu menyerahkan tahta galuh
Kepada putranya Sang Pamanah Rasa
Yang memiliki gelar Ratu Purana
Prebu Guru Dewata Prana
Pemersatu Galuh – Pakuan
Raja Agung Pajajaran
Jujur, amanah, adil, dermawan
Menjabat tiga puluh sembilan
Tahun hitungan matahari
Setelah mendapat petunjuk
“Tilem” menghadap Yang Maha Kuasa
Harumlah Siliwangi
Gelar bagi pemimpin berani
Pegang tampuk kekuasaan tinggi
Beserta kejayaan kerajaannya
Keberlimpahan rakyatnya
Terang gemilang namanya
Seluruh nusantara mengenangnya
Agung Gema Nugraha
8 Januari 2026

Komentar
Tulis komentar baru