TRILOGI HARAPAN
Mereguk cahaya pendidikan
yang turun dari tetesan telaga surgawi
aku merasakan kita belum maksimal
menyerap trilogi harapan
ke dalam roh dan badan
di depan menjadi panutan
bijaksana berkeadilan
seperti bintang, mentari dan rembulan
yang menyentuh kedalaman dada
pikiran tercerahkan
di tengah memberi semangat motivasi
inspirasi membangun ide, gagasan, teguh niat
serupa udara sejuk di pagi hari
di belakang memberi dorongan
saling mendukung kuat tekad
agar berkemajuan
tidak untuk saling menjatuhkan
Maka aku tulis puisiku
sebagai rasa cintaku padamu
Ki Hadjar Dewantara adalah teladan
dalam perjuangan
Karena engkau
aku paham arti kemandirian
Ya, pendidikan tidak boleh lemah
di rumah, lingkungan dan sekolah
mesti diberdayakan dengan kesungguhan
tanpa tergantung materi
Kita bangun budi pekerti luhur
agar masyarakat, bangsa dan negara
sejahtera dan makmur
Agung Gema Nugraha
2 Mei 2026
Komentar
Tulis komentar baru