Skip to Content

Molotov Terakhir

peluru melesat. menerobos kulit yang asing. menembus dada berdetak tegas

pemilik langkah yang enggan mundur

walau udara memanas di dalam kepala

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Salman ImaduddinMolotov TerakhirHidayatul KhomariaDua Ratus Kalimat Cinta ...
Mega Dini SariMungkin Aku LupaombiKETIKA POLITISI BERPUISI

Karya Sastra

Tangan Mawar

Terkunci sudah senyuman itu

kala pagi tiada sinar

dan kicau burung bersenda gurau

 

hujan pertama

awal november, akhirnya turun hujan juga. hujan pertama, serasa betul bau tanah kering diguyur air hujan. hmm, baunya khas betul.

dan aku hanya melihat hujan ini dari balik jendela kaca. ada percikan-percikan kecil serupa kembang api ketika air jatuh dari genting ke tanah. indah sekali hujan pertama ini.

Nasihat Untuk Anak Ku

 

Anak ku

Ketika pilihan t’lah  kau putuskan

Segala harapan t’lah kau tautkan

Ikhlas dan rhido harus kau tambatkan

Untuk anak ku

Gembira……………….

bahagia………………

haru……………….

cemas……………….

 

Itulah perasaan ibu ketika kau akan lahir ke dunia ini

Sebagaimana Engkau

Sebagaimana Engkau

sebagaimana yang engkau ingin
aku masih mengembara pada jiwa

Berdialog dengan Bulan

Membaui aroma malam yang kian pekat

Membunuh sepi dengan menikmati alunan gamelan sendu

Berdialog dengan bulan tentang kenangan “nano-nano” antara aku dan setengah rahasiaku

Angin Kerinduan

Bila angin kerinduan berhembus
Tercium wanginya indahnya kesturi
Nan menyibak ruang yang kosong
Membawa jauh tinggi ke ujung biru

Dikeheningn malam bangun bersujud
Seraya berdoa kepada allah

Pohon Sawo

Di samping rumahku tumbuh satu pohon sawo. ditanam oleh kakek semasa hidupnya.

“Pohon sawo itu ditanam bahkan ketika kau belum lahir.” kata ayah. aku ingat, itu ucapan ayah ketika aku masih SD.

Berebut Makanan

Tengah malam menyelimuti kota. Pengemis tua itu berdiri di luar pagar restoran. Di sisi gelap dari terangnya lampu jalanan tubuhnya tersembunyi. Dan matanya mengawasi tong sampah itu.

Tak jauh darinya ada anjing juga.
“mungkin aku akan kalah cepat lagi dengan anjing itu.” bisiknya, dan perut yang belum terisi sejak siang itu mulai terasa nyeri.

BERHARAP

Aku bukanlah hujan

Yang mampu sejukan hatimu

Kala hatimu gersang dan tandus

Aku bukanlah pelangi

Yang mampu mewarnai hari- harimu

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler