Kidung Hati
Tak ayal lagi perasaan ini,
Saat ku putar rekaman memoriku yang lalu
Tak terasa semua habis
semua kering, berantakan tak beraturan
bagaikan hati yang bahagia
Aku merasa berat untuk berdiri
berjalan dan berlari
aku lumpuh tak berdaya
Dunia…
begitu menyiksaku
semua seakan benci akan diriku yang serba kekurangan
menjauhiku seperti orang menjauhi sebuah tong sampah yang jijik
dan tak memperdulikanku
Semua begitu menyakitkan
Di tengah keramaian dunia
ku duduk termenung membisu
diiringi dinginnya tiupan angin
dan hangatnya mentari pagi
Hatiku sunyi sepi dalam lantunan lagu
yang terasa tak terdengar lagi di sela-sela gendang telingaku
Masih teringat di benakku
untaian masa lalu yang indah
bersenandung luka
di atas hamparan dunia
Ku dengar kicauan burung
merdu di telinga
membangunkanku akan masa silam itu
Ku buka kelopak mataku
ku kedipkan
silaunya cahaya yang terpancar
menembus jendelaku
Suara bergemuruh
keras…
bising di telinga
seperti tak peduli menyambut hari
Air mata ini mengalir kembali Aku terperangkap di sini Di tengah kegelapan yang pekat Diam di sisi seorang keparat Ingin aku lari darinya Lari sejauh-jauhnya Tapi aku tidak bisa Ia sudah membeli diriku dari bunda Aku sudah tak memilika hak Aku hanya sebuah boneka miliknya Boneka yang bisa ia mainkan sesuka hati
Komentar Terbaru