CUMA SUARA PERUT
Kamu menulis lalu berbicara
indah berbunga manis tak berbuah
Aku dengarkan
untuk menarik sinyal
Bahasa tubuh dan gelagat
Di akhir tersirat ibarat kode buntut
kudapatkan suara perut
lambung berdengung
bagai sejuta lebah
yang bertanduk tak mau kalah
Siap menerkam tanpa pilih-pilah
tumpul ke atas tajam ke bawah
Aku ragu dengan visi misimu
Usus buntu!
Kuputuskan meninggalkan
dukunganku kepadamu
Agung Gema N
4 Feb 2026
Komentar
Tulis komentar baru