KOPI DALAM MANTRA PUISI
Kopinya sudah dingin
Ia merenungi mantra puisi
yang tak membawa kontribusi
bagi diri dan daya hidup sejati
Bukan karena suatu kekeliruan
Masalah keberuntungan
adalah ketepatan waktu dan tempat
Maka didapatlah keramat
Kopinya semakin terasa
manis pahit bibirku terjahit
khayalan penekanan bahasa
Kopinya terkejut
tumpah di meja kayuku
Aku lupa tentang rinduku
pada kekasihku
Yang pernah ada dalam mantraku
AGUNG GEMA N
9 FEB 2026
Komentar
Tulis komentar baru