Tahukah kamu?
Bahwa aku sang rembulan, yang mengikuti jejakmu di setiap malam yang kelam.
Tahukah kamu?
Bahwa aku adalah gunung yang tertinggal di belakang, melihatmu ditelan waktu sementara aku membatu.
Diam dan dengarlah, bagaimana hembusan nafasmu bersimfoni dengan begitu serasinya bersama sang Bayu.
Dan bergeraklah, dalam tarian yang diinstruksikan sang Tirta pada jari jemari serta langkahmu.
Biarkan alunan sang burung camar memandu!
Dan aku?
Aku akan menunggu dalam setiap keheningan yang tersisa, menatap punggungmu hilang ditelan ombak lautan yang menghantam, meleburkanku, meleburkanmu...

Komentar
Tulis komentar baru