Dunia ini hanyalah taman yang penuh warna, Tempat mata terpana pada kilaunya harta, Kita berjalan angkuh di atas tanah fana, Lupa bahwa raga hanyalah pinjaman semata.
Pagi menyapa dengan embun yang bercahaya, Sore pun pulang membawa jingga yang merona, Namun senja pasti datang menutup segala daya, Mengingatkan kita bahwa hidup ada batas waktunya.
Janganlah terlampau lelap dalam tawa yang fana, Sebab duka dan bahagia silih berganti rupa, Dunia ini jembatan, bukan rumah yang baka, Tempat mengumpulkan bekal sebelum raga tak ada.
Semua kemegahan ini akan sirna tanpa sisa, Kembali ke pelukan tanah dalam sunyi yang hampa, Hanya amal dan cinta yang akan tetap baka, Menemani perjalanan menuju keabadian yang nyata.
Panggung Sandiwara Sementara
- 5 dibaca
Komentar
Tulis komentar baru