PUISI OMBAK TEMBAGA
Neng hari masuk senja
Kamu dalam ombak tembaga
Pembakaran seribu selcius
Tapi aku merasakan keringat dingin
Dekat denganmu seperti hening
Tak ada suara tak ada bisikan
Seperti segalanya larut
Ada selentingan derap langkah semut
berjalan pelan-pelan mendekatiku
Sedang kamu di balik dinding
Terlihat mengembara ke alam lain
Neng kesalahan pertama kita
Adalah terlalu ganas memercayai
dan mencari uang
Bukankah semestinya yang kita gali
adalah kebahagiaan?
Aku bukan sedang berfilsafat
Atau menekuni tasawuf
Tapi cuma terlintas di pikiranku
Saat aku menjaga air toren
Aku melihat tak ada kenyangnya
Besok mesti kuisi ulang
Ini ibarat quota
Ya ombak tembaga
Ombak hidup zaman pancaroba
Teknologi berkembang
Otak ditantang
Tenaga dihamburkan
Sementara kita hanyut susah sendiri
membuntuti impian
Akhirnya ombak tembaga
menjadi tambut di kepala
Agung Gema Nugraha
1 Januari 2025
Komentar
Tulis komentar baru