SAJAK YANG MENUKIK
Dalam ketidakpastian cuaca jiwa
perbendaharaan kataku loncat
ke batang strawbery
Seakan bersembunyi
dari gatalnya ruam-ruam kulit
perpolitikan yang bimbang
dalam kegalauan arah tujuan
Angin mengendap-ngendap menelisik
tanah yang mengandung mineral
Awan mengempot ragu
menurunkan hujan
Tapi aku masih menitikkan harapan
kalbu pada daya ciptaku
Kutulis sajakku meski menukik
Bagai kuman yang takut alkoholik
Tak ada papan pelindung gerah
sangat air mata keluhan sahabat
Menaruh kerinduan
malah membuat masalah baru
bagi perjalanan pancaroba
yang kian hari terus menderu
Kepadamu aku mengadu
Agung Gema Nugraha
24 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru