SELAMAT PAGI, NENG
Selamat pagi neng
Semoga harimu penuh harapan
Kita kembali berjumpa
Di pagi yang cerah
Kamu selesai mencuci wadah
Aku baru bermimpi lelah
Kamu sederhana dalam sikap
Mewah saat ku dekap
Dingin kala bertatap
Hangat dalam ucap
Meski jarak kita lima belas juta kilo
Kamu seperti matahari terangi bumi
Sifatmu menitis menjadi wujud
Apakah ini antrofomorisme?
Tapi bukan satu wujud
Banyak wujud tak terhitung
Saat itu aku terbangun
Sadar, telingaku berdengung
Seolah ada tanda
Tanganku berkedut
Memberi tahu bakal dapat harta
Kamu keberuntungaku neng
Apakah kamu merasa?
Udara masih muda
Cuaca tenang bertapa
Suara perkutut menyapa
Venus menyala
Jam enam menyahut cinta
Neng sudah selesaikah kamu
Aku pengen bertamu
Lewat getar hati dari jauh
Mengirim puisi rindu
Membacakannya dihadapanmu
Sanggupkah menangkap telepatiku
Meja, pena dan gelas kaca
Tarik menarik bertukar kata
Ketiadaan bara sukma
Memaksaku berhenti bercita-cita
Setitik api masih menyala
Di lilin tempatku membaca
Neng asmaraku adalah kamu
Semangatku tambang tembaga
Gairahku batu bara
Kamu adalah minyak bumi
Kekayaan alam cintaku
Agung Gema Nugraha
2 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru