Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Puisi

API DI BUKIT PERAWAN

 

 

 

API DI BUKIT PERAWAN

 

Memanaskan rimba lewat mata berpayung alis

Dar Der Dor

Dar...

sirah ngajedak neunggar pilar

bancunur balas diadu

 

Dér...

ngageder adu rényom

ngagedur mun teu diberung

 

semangat

Ku mencoba bangkit meski hujan tak mengizinkan,

ku berusaha menatap kedepan meski awan hitam berusaha menghalangi,

Sebatang Lilin Kecil di Meja Baca

Aku yang sedang duduk mengantri sepi

harusnya tak seperti diksi yang bersaksi

dibalik mekarnya kuntum

yang sedang terombang-ambing di ruang rindu

Setumpuk Mimpi Menjamur

Datang dan ceritakan

Mengapa dinding sekolah 

Tak lagi menyenangkan

Apakah, buku-buku juga 

Demikian...

 

Dia Bilang, Inti Hidup adalah Taqwa

Seperti panglima yang menyeru, 

lantang kepada pasukannya,

Dia bilang kepadaku, tepat

di depan mataku

"Inti hidup, ya, taqwa !"

 

Tanyakan pada Jalan

Jika ditanya

Tempat apa yang paling saya suka,

Saya jawab ia jalan

Sepertinya hanya di jalan

Pohon-pohon di pinggiran,

Bisa berjalan berganti tempat

Luapan Rindu Kekasih

Di atas desiran gurun,

Kau, Tuan

Datang dengan telapak tangan sedingin kelopak teratai

Kelembutannya membelai, lebih dari sutera

Nahas, Cinta-Nya Bertepuk Sebelah Tangan

Sungguh heran inlander itu masih bisa tertawa

Mengumbar kata-kata di atas meja penggawa

Sorak sorai tanpa beban derita 

Para Peragu dan Para Pecinta

Malam akhir pekan,

Menyapa gadis-gadis belia

Dengan bedak dan celaknya

Tak sabar menanti

 

Masanya dua manusia berdansa

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler