Dalam segala cerita
menolak semua rasa yang ada
semakin banyak yang menyapa
makin lihai diri menoreh luka
mereka hanya sejenak bertamu
Ada cerita yang menyapa kala aku menatap wajahnya
Ada debaran tak wajar kala aku berdiri di sampingnya
Alunan melodi asmara memekakan jiwa
Terlambat
Qin, hari ini kamu menyebalkan
slow respon dalam membalas chat ku
padahal menunggu balasan itu selalu harapkan
Satu waktu aku bertanya, mengapa kamu memilih jalan ini?
Persimpangan yang akan memisahkan kita
Lantas kamu bertanya, mengapa harus jalan yang itu?
KAU PINJAM WAJAH IBUKU?!
Oleh: Emil E. Elip
Ibuku dikubur dekat dari pohon asam tua itu
Pohon paling teduh
Sayup sayup panggilan
Capek ya merindukan tuan yang bahkan pungungnya sudah tak terlihat
Dengan siapa akan lebih dulu berdansa? Dirinya ataukah kematian
MENCANGKUL
Sudah aku cangkul tanah ini sejak aku remaja
Peluhku tidak terhitung lagi
Mimpi sesekali bersemi
Komentar Terbaru