Skip to Content

Puisi

gadis tanpa suara

Dalam segala cerita

menolak semua rasa yang ada

semakin banyak yang menyapa

makin lihai diri menoreh luka

 

mereka hanya sejenak bertamu

Nada Bernama Rasa

Ada cerita yang menyapa kala aku menatap wajahnya

Ada debaran tak wajar kala aku berdiri di sampingnya

Alunan melodi asmara memekakan jiwa

Qin Terlambat

Terlambat

 

Qin, hari ini kamu menyebalkan

slow respon dalam membalas  chat ku

padahal menunggu balasan itu selalu harapkan

Mengapa Jalan yang Itu?

Satu waktu aku bertanya, mengapa kamu memilih jalan ini?

Persimpangan yang akan memisahkan kita

Lantas kamu bertanya, mengapa harus jalan yang itu?

KAU PINJAM WAJAH IBUKU

KAU PINJAM WAJAH IBUKU?!

Oleh: Emil E. Elip

 

Ibuku dikubur dekat dari pohon asam tua itu

Pohon paling teduh

Ramadan

Sayup sayup panggilan 

Hey Rindu, Jangan Terlalu Menggebu!

Capek ya
merindukan tuan yang bahkan
pungungnya sudah tak terlihat

Berdansa dengan Kematian

Dengan siapa
akan lebih dulu berdansa?
Dirinya ataukah kematian

MENCANGKUL

MENCANGKUL

Oleh: Emil E. Elip

 

Sudah aku cangkul tanah ini sejak aku remaja

Peluhku tidak terhitung lagi

Mimpi sesekali bersemi

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler