Skip to Content

DRAMA SEBUAH KASUR

Foto Agung Gema Nugraha

DRAMA SEBUAH KASUR

 

Di sebuah kasur mimpi menegur

Mataku masih sepotong bulan

Rambutku terurai ke langit kelam

 

Waktu masih malam

Ada wajah terpampang

Di antara dua dunia

Kesadaranku belum pulih

Tapi aku simpulkan itu kekasih

Wajahnya lembut

Cuma suasana agak berkabut

 

Berbagai lukisan saat tertidur

Terasa nyata bagai bunga berhambur

Ada teman datang ada macan belang

Ada sayur kentang ada bubur kacang

Ada mata seribu ada kelopak sayu

Semua bercampur menggempur

Apakah ini ujian ?

Tangan aku usap 

Aku terkesiap

Ternyata muncul asap

Inikah yang disebut sulap

Aku tercenut-cenut bingung merengut

Sihir? Benarkah sihir? 

Atau mungkin takdir

Aku ambil gelas plastik

Bagai jalan hidup 

Bagai rindu yang redup

Bagai kemelut terpegang bagai belut

Licin sungguh liar dan tangguh

Seperti pembicaraan politik

Pemikiran filsafat

Mirip logika 

Baru kali ini aku terkesima

 

Aku bingung tiada tara

Kulihat kasur masih bersih

Ku sapa kembali

Sambil menggenggam guling

Aku berguling

Tengkurap telentang 

Kasur menjadi bumi

Kasur rumput surgawi 

Kasur berbunyi 

Itu seperti teori ekonomi

Aku ingin sedikit berbincang

tentang kenaikan harga barang

Arahnya ke lingkungan hidup

Baik aku ingin beradu argumen

Masalah sampah

Kasur melangkah

mlengos ngomong sosial

Baiklah aku bicara pengangguran 

Eh malah terjun ke metafisika

Aku menyerah

Ok, aku bicarakan cinta

Kasur pun tersenyum

Memadukan kasih sejati

Kasur menjadi paranormal

Dukun sakti yang mengerti

Dan bisa meramal

Aku kembali tidur

Dan saat bangun 

Istriku bilang “kamu mendengkur

Kamu ngelindur!”

 

 

 

Agung Gema Nugraha

29 Desember 2025

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler