DRAMA SEBUAH KASUR
Di sebuah kasur mimpi menegur
Mataku masih sepotong bulan
Rambutku terurai ke langit kelam
Waktu masih malam
Ada wajah terpampang
Di antara dua dunia
Kesadaranku belum pulih
Tapi aku simpulkan itu kekasih
Wajahnya lembut
Cuma suasana agak berkabut
Berbagai lukisan saat tertidur
Terasa nyata bagai bunga berhambur
Ada teman datang ada macan belang
Ada sayur kentang ada bubur kacang
Ada mata seribu ada kelopak sayu
Semua bercampur menggempur
Apakah ini ujian ?
Tangan aku usap
Aku terkesiap
Ternyata muncul asap
Inikah yang disebut sulap
Aku tercenut-cenut bingung merengut
Sihir? Benarkah sihir?
Atau mungkin takdir
Aku ambil gelas plastik
Bagai jalan hidup
Bagai rindu yang redup
Bagai kemelut terpegang bagai belut
Licin sungguh liar dan tangguh
Seperti pembicaraan politik
Pemikiran filsafat
Mirip logika
Baru kali ini aku terkesima
Aku bingung tiada tara
Kulihat kasur masih bersih
Ku sapa kembali
Sambil menggenggam guling
Aku berguling
Tengkurap telentang
Kasur menjadi bumi
Kasur rumput surgawi
Kasur berbunyi
Itu seperti teori ekonomi
Aku ingin sedikit berbincang
tentang kenaikan harga barang
Arahnya ke lingkungan hidup
Baik aku ingin beradu argumen
Masalah sampah
Kasur melangkah
mlengos ngomong sosial
Baiklah aku bicara pengangguran
Eh malah terjun ke metafisika
Aku menyerah
Ok, aku bicarakan cinta
Kasur pun tersenyum
Memadukan kasih sejati
Kasur menjadi paranormal
Dukun sakti yang mengerti
Dan bisa meramal
Aku kembali tidur
Dan saat bangun
Istriku bilang “kamu mendengkur
Kamu ngelindur!”
Agung Gema Nugraha
29 Desember 2025
Komentar
Tulis komentar baru