Haru-biru palung tersipu
Terengkuh sanjung nyaman di relung
Sekutip senyum coba lukiskan suasana
Sebatang do’a terpanjat harapan
Do’akan esok yang dikandung misteri
Esok yang sangat mungkin berantakan
Peluk aku wahai waktu
Gemulai perjalanan menggelitik hasratku
Menggebu pandangku dapati seketsa kian tegas
Asmuni
Indramayu, 12:03 WIB, 20 Agustus 2011
Komentar
Tulis komentar baru