Skip to Content

KRITIK PSIKOLOGI SASTRA

Foto Agung Gema Nugraha

KRITIK PSIKOLOGI SASTRA 

 

Dalam kritik psikologi sastra

Aku berbicara dari samping

seribu tirai hitam di kamarku

Bahwa setiap diri memiliki potensi

dan kepedulian untuk membangun

rumah kreativitasnya 

Dan jendela konsistensi dirinya

Bagaimana kita bisa membangkitkan

bahasa pada rangkaian kehidupan

sebagai sarana komunikasi

antara cinta, keadilan dan naluri

kebersamaannya

Itulah masalah utama

yang dihadapi generasi masa kini

 

Kita terlanjur menetapkan tokoh

bermain terlalu lama mengobok-obok

karyanya melupakan keberadaan

manusia lainnya yang muncul

dari tingkat tujuh lapis bumi

atau permukaan laut sepi

 

Kita terlalu tergantung 

pada masa silam akhirnya

terkatung-katung

Sindrom ketidakberuntungan

Sastra mengalir tanpa tujuan

bagai air kali

lalu mampet di perkebunan 

Seperti puisiku

Begitulah kita mengalami ruminasi

dalam level akut karena tidak mampu

memberi celah pada generasi baru

Kita mengalami prolonged grief disorder

Sungguh terlalu panjang 

bagai jalan bebatuan membosankan

Memanjakan air mata

dan telaga depresi karena kehilangan

Sehingga penyakit melankoli

menulari dunia kata-kata

Dan kritik sastra

 

 

 

 

Agung Gema Nugraha

30 Januari 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler