MAYAT ANGIN
Terbengkalai persahabatanku karena
tanah longsor perkebunan sayur
lembah gunung dekat kotaku
Aku termenung dalam duka
di mana masa
telah melewati usianya
Dan lalu sebelas ribu triliun kuman
mengantri menggerogoti air mataku
yang mengalir deras ke bumi
Terjerembablah segala harapan
mengigau melambaikan tangan pilu
di bawah reruntuhan ekonomi masa lalu
Aku mengadu pada Tuhanku
Yang Maha Suci
dari segala arah dan lelah
Di balik dinding dan bukitan
kutebarkan doa dan kata
Agung Gema Nugraha
26 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru