NEGERI YANG ANEH
Di balik galaksi bima sakti
Ada secarik tulisan
“Negeri yang aneh
Puisi pun dibatasi
oleh modal dan pandangan pribadi
Disesuaikan dengan keinginan
para oligarki
Menolak keindahan persepsi
Berarti menidurkan daya sejati
dari kreatifitas perasaan
anugrah Tuhan
Jika dipilih dipilah
Seperti ikan asin, cumi, udang
Di beli dapat hasil beli
Di kursuskan jadi karbitan
Di pertontonkan butuh pengakuan
Di bukukan perlu bayaran.”
Aku berjalan dari desa ke kota
Mencatat tiap gejala di kehidupan nyata
Mengolah rasa menjadikan karya sastra
Dan tak peduli
ada yang mengakui
Ini bukan curahan hati
Tapi demi kebebasan berpuisi
Selama unsur keindahan
itu terjadi
Maka layak diberi
Prestise dan prestasi
Sebagai penyair meski sunyi
Jangan persulit lagi
Sudah bosan terlalu berangan
Tanpa perkumpulan
Tak ada penerbitan
Tanpa uang
Tak ada keikutsertaan
Apalagi kelayakan
Tanpa komunitas
Tak ada kepenyairan
Lepaskan itu semua
Buatlah puisi
Tanpa perlu penilaian
Untung di planet lain
Terhijab triliunan kain
Bukan di bumi
Pula di negeriku ini
Tapi di balik matahari
Tiada terkena sentuhan cahaya
Jauh dari rembulan
Negeri begitu kelam
Hanya malam
Menggelombang mengambang
…
Puisi tak perlu tingkatan
senioritas
Puisi lepas aturan
kesesuaian tema, judul dan kata
Puisi adalah eksistensi diri
Puisi memupuk kemandirian naluri
Merdekakan puisi
Dari cengkeraman tangan ganda
yang berotot, berkuku, bergigi kuda
Puisi tidak seperti rel
Sambung menyambung
Bukan bukit gunung
Juga berbeda dengan jalan tol
Apalagi minuman botol
Puisi tak perlu laku
Atau rayu merayu
agar terjual
di pasar
Puisi adalah kearifan
Hakikat manusia
yang dengannya dia berjaya
Agung Gema Nugraha
Des 2025
Komentar
Tulis komentar baru