Skip to Content

NEGERI YANG ANEH

Foto Agung Gema Nugraha

NEGERI YANG ANEH

 

Di balik galaksi bima sakti

Ada secarik tulisan 

“Negeri yang aneh

Puisi pun dibatasi

oleh modal dan pandangan pribadi

Disesuaikan dengan keinginan

          para oligarki

Menolak keindahan persepsi

Berarti menidurkan daya sejati

dari kreatifitas perasaan 

anugrah Tuhan

Jika dipilih dipilah

Seperti ikan asin, cumi, udang

Di beli dapat hasil beli

Di kursuskan jadi karbitan

Di pertontonkan butuh pengakuan

Di bukukan perlu bayaran.”

 

Aku berjalan dari desa ke kota

Mencatat tiap gejala di kehidupan nyata

Mengolah rasa menjadikan karya sastra

Dan tak peduli 

     ada yang mengakui

Ini bukan curahan hati

Tapi demi kebebasan berpuisi

Selama unsur keindahan

itu terjadi

Maka layak diberi

Prestise dan prestasi

Sebagai penyair meski sunyi

 

Jangan persulit lagi 

Sudah bosan terlalu berangan

Tanpa perkumpulan

Tak ada penerbitan

Tanpa uang

Tak ada keikutsertaan

Apalagi kelayakan

Tanpa komunitas

Tak ada kepenyairan

      Lepaskan itu semua 

Buatlah puisi

Tanpa perlu penilaian

 

Untung di planet lain

Terhijab triliunan kain

Bukan di bumi

Pula di negeriku ini

Tapi di balik matahari

Tiada terkena sentuhan cahaya

Jauh dari rembulan

Negeri begitu kelam

Hanya malam

Menggelombang mengambang

Puisi tak perlu tingkatan

senioritas

Puisi lepas aturan

kesesuaian tema, judul dan kata

Puisi adalah eksistensi diri

Puisi memupuk kemandirian naluri

Merdekakan puisi

Dari cengkeraman tangan ganda

yang berotot, berkuku, bergigi kuda

Puisi tidak seperti rel

     Sambung menyambung

Bukan bukit gunung

Juga berbeda dengan jalan tol

Apalagi minuman botol

Puisi tak perlu laku

Atau rayu merayu

agar terjual

di pasar

Puisi adalah kearifan

Hakikat manusia

yang dengannya dia berjaya

 

Agung Gema Nugraha

Des 2025

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler