PENYAIR WARTAWAN
Adinda penyair wartawan?
Rembulan ngintip di balik awan
Maaf agak terkesiap hati saya
Selalu saja kalau tidak wartawan
ya jurnalis, redaktur penyiar berita
dan seperti itu
Aku bukan cerdik menerka
Tapi indigo dalam prasangka
Bapak Penyair hebat bersastra
Erat juga dengan media masa
Yang lain pun begitu rata-rata
Langit pernak-pernik permata
Membuka kaca mata
untuk melihat dunia
Kendali kuda kendali cinta
Tak di media masa bukan pujangga
“Apa, ini ironis!”
Jika saya tonton film masa lama
Pujangga memang suka mengembara
Dan tak ada juga bekerja di media masa
Paling-paling dekat dengan penguasa
Sebagai penasihatkah atau pengajar
anak raja haha terlalu berbunga hati saya
Angin tumplek di kepala
Menjadi pening saat hawa dingin
Angin masuk ke hidung
Terus bingung telinga berdengung
Kita nikmati aja puisinya
Gak perlu bergosip orangnya
“What,? Saya tidak sebut nama
Saya bertanya
bukan bergosip tapi berprinsip!”
Apa ada sastrawan dari pengangguran?”
Mungkin. Semoga saya termasuk. Kikuk.
“Agung bukan berpuisi
Ini adalah prosa!”
Api menjilati kayu
Terbakar menjadi debu
Air menciumi karang
Mengalir nurani menentang
Agung Gema Nugraha
12 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru