BULAN JUNI TAK LAGI HUJAN
Rasa sepi terlihat didahi
Sabuk khayali di bima sakti
Aku berdiri sambil bernyanyi
Melihat kamu sedang sendiri
Neng kamu lahir bulan juni
Antara cancer dan gemini
Itu membuatku sulit menilaimu
Apakah kamu kanan atau kiri
Air kolam kecil menggelombang
Angin segar mencolek rumputan
Saya ingin katakan
Bulan Juni nanti tak lagi hujan
Kemarau datang
Sedikit bencana berbilang
Mata kaku menatap sorot tembaga
Bibir membeku terpagar giginya
Bukan maksudku meramal
Karena kamu suka air
Maka kubicarakan
Itu ibarat sikap reflektif
Pembedaran sastra naratif
Buktikan saja kalau tidak percaya
Kamu bisa tunggu nanti
Membuka puisi ini
Tukang baso tukang dagang
Kamu melongo sambil bimbang
Pengalamanmu dalam neng
Tapi tak mantap pahami jalan
Sayap angan mengambang
Kamu masih suka pujian
Dan kemewahan
Kulihat keraguan kehidupan
Membebani pikiran
Keinginan gemerlapnya dunia
Berpendaran pada kalimat dan kata
Tukang sayur dirintik gerimis
Kamu tak berbaur dikritik malah nangis
3 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru