CERITA SENJA
Hey nenk, pulang memetik mawar
Kamu bertabrakan dengan bayangmu
Hati-hati duri mawar itu tajam
Jika terkena tusuk bisa terluka
Aku tidak mengatakan soal legenda
Itu fakta. Ular pun takut padanya.
Kebun mawar depan rumahku
Mekar bagus-bagus warna bunganya
Ditanam dipetik dan dijual
Menghasilkan dolar.
Kebun mawar di hatimu
Aku tidak mengatakan jelek
Tapi kurang berimbang dengan keadaan
Terlalu banyak tanpa disiram
Bisa layu, busuk dan mengecewakan
Ah neng kamu tampak sinis
Aku cuma cerita serupa siloka
Dan mawar bunga pertama tercipta
Diolah, disuling minyaknya
membuat awet muda
Pantes saja kamu terlihat istimewa
Segar seperti mawar
Membuat hatiku bergetar
Padahal kita seumuran
Maaf bukan aku merayu
Jangan salah paham dulu
Mungkin bisa disebut penilaianku
Mawar di taman puisi Si Burung Merak
menjadi simbol penyadaran
dan bangkitnya kekuatan diri
untuk melawan sikap yang mungkin
bertentangan dengan nurani
Mawar di genggaman di tanganmu
sepucuk cinta terhadap kekasih
Seperti kesetiaan atau hal serupa
Mawar dikuburan kekasihku
Ditabur disiram agar ruh malaikat
mendoakan kebaikan untuknya
selama masih basah bunganya
Mawar di kebun tetangga
adalah mata pencaharian
yang perlu dikembangkan
Mawar di hutan begitu liar
penuh misteri kehidupan
Begitu neng kurang lebihnya
Keliatannya kamu menyukai sajakku?
Senyum-senyum dengar interpretasiku
Padahal aku seucap-ucapnya
Tapi kamu terpesona juga
Aku bisa lihat dari air mukamu
Dan sikapmu yang memandang
antara mata-hidungku
Kamu serius banget
Mawar memang dikagumi banyak orang
Ini bukan mitos.
Saya kata bunga serba bisa.
Dalam tulisan azimat perlu minyak mawar
Sebagai tambahan syarat
pemanggil ruhaniah huruf talasim
Biar jadi keramat
Begitulah neng, hari makin merah
Lembayung senja cakap merona
Keterpurukan membuatku mengigau
Pengangguran tanpa pekerjaan
Bisa menjadikan kebekuan pikiran
Kita harus berbagi pengalaman
Sekedarnya, agar terlihat dermawan
Kelihatannya kamu ada keperluan
Baiklah aku mesti pulang
Kita di jalur berbeda
Kamu ke kanan aku ke kiri
Agung Gema Nugraha
2 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru