PETIR UNTUK KAUM INTELEKTUAL
Ada gunung meraung-raung
Bersuara tak jelas di balik lembah
Ada piagam berkalung-kalung
Apa artinya bila ditelaah
Terlalu banyak intelektual
Entah darimana gelar didapatkan
Aku masih waras berakal
Kata nasihat bukan kebanggaan
Karena hari mewanti-wanti
Pengagungan diri tercela hati
Ruh manusia terdekat diri
Akan sulit untuk nanti dikaji
Bagaimana disebut intelektual
Bila tidak bersikap dermawan
Kecerdasan itu berimbang
Antara pikiran dan kelakuan
Masyarakat membutuhkan bimbingan
Tak sekedar karya tulis atau ucapan
Aku pun perlu satu pengertian
Agar membaik semua bidang kehidupan
Di mana kaum intelektual berada
Belum terwujud juga keadilan sesama
Sekedar mencari nama apa maknanya
Kenyamanan diri pasti berakhir juga
Ke mana mereka pergi
Apa ke goa-goa sunyi
Bertapa mencari ilusi
Posisi mana mereka berdiri
Bagai batu filsuf yang misteri
Kalau cuma kritik dan saran
yang awam pun lebih kerap
Jika sekedar nasihat keramat
Aku sendiri pun lebih siap
Intelektual adalah kaum istimewa
Bagai emas berlian bagi negaranya
Tetapi ia juga memikul beban harapan
Rakyatnya yang mencari kebenaran
Jika keadaan ekonomi merosot
Intelektualnya mesti disorot
Jika situasi sosial memburuk
Intelektualnya masa garuk-garuk
Kita terlalu dini menisbatkan sebutan
Yang padahal belum teruji memecahkan
Permasalahan semakin bertumpukan
Bagai sampah yang kulihat di jalanan
Petir ini adalah pertanyaan sikap
Atas suatu fenomena mereka sigap
Membela yang lemah dan tak berdaya
Membedah persoalan secara nyata
Kaum intelektual adalah cahaya
Yang diutus langit memberi pencerahan
Menuntun di kegelapan
Menuju pintu gerbang kesejahteraan
Agung Gema Nugraha
16 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru