Skip to Content

Molotov Terakhir

peluru melesat. menerobos kulit yang asing. menembus dada berdetak tegas

pemilik langkah yang enggan mundur

walau udara memanas di dalam kepala

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Salman ImaduddinMolotov TerakhirHidayatul KhomariaDua Ratus Kalimat Cinta ...
Mega Dini SariMungkin Aku LupaombiKETIKA POLITISI BERPUISI

Prosa

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Cinta bukan antagonis

 Cerpen 2011, dirapikan ulang:

 *Cinta Bukan Antagonis*

 

 

Malam telah menunjukkan pukul dua belas, angin berhembus pelan. Di sebuah rumah sederhana, Jaka berbaring memandang cahaya bulan yang menyusup melalui jendela. Suasana menjadi semakin dingin saat angin masuk ke dalam kamar.

 

Dihamuk jerebu

Terjebak hujan badai di rumah horor

Hujan deras membasahi bumi, sebuah sepeda motor melaju membelah kegelapan malam dengan penerangan seadanya, kuatnya hujan membatasi pemandangan ke depan memaksa penumpang motor mencari tempat berteduh. 

Mereka singgah di sebuah rumah tua yang bercorak kolonial, hanya penerangan dari motorlah yang menyinari rumah tersebut. 

Kepulangan II

**Kepulangan**

 

*Empuss Miaww*

 

---

 

Teko French press itu sudah dia siapkan sejak sore.

 

Kepergian

 

"Aku mencintaimu" 

Kata perempuan itu mengecup kening pria yang terbaring di bangsal rumah sakit. 

Detektor kehidupan pria itu masih normal, seperti yang Ada pada monitor, tidak ada sinyal melemah disana. 

Perempuan itu tertidur kelelahan di samping bangsal suaminya. 

***

Sebelum kejadian, 

Kepulangan

Jam 22.00 malam, seorang perempuan menunggu taksi di apartemen, matanya memandang smartphone digenggaman, melihat album didalamnya. 

Tak lama kemudian sebuah mobil mendekati dan dia masuk dibangku belakang. 

"Sesuai titik antar bang"

"Tiga Kali Bangun"

"Tiga Kali Bangun"

 

---

 

**Satu**

 

Mata Dika terbuka. Tengah malam. Nafas tersengal-sengal, dadanya berdebar seperti habis berlari. Mimpi buruk—lagi.

 

Dia lihat jam di ponsel. **12.30**

 

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler