DI KOTA MATI
Aku tulis puisi ini
Sambil menantimu kembali
Di kota mati
Lembayung senja keriput tua
Jalanan lama bau tembaga
Hijau pohonan sudah tak ada
Dan tenggorokanku semakin dahaga
Di sini di kota mati
Mata sayu diciprati mentari
Rambutmu yang berkebaran
Datang sebagai khayalan
Membangkitkan harapan
Di antara reruntuhan bangunan
yang telah ditinggalkan
Agung Gema N
21 Maret 2026
Komentar
Tulis komentar baru