Skip to Content

SEMESTA DAPUR SANG PELACUR

Foto izat gunawan

Banyak angka menggeliat-geliat di atas kaca.
Gelas dan piring-piring bugil. Sendok yang menggigil.
Sisa nasi di dalam nampan menjulurkan lidah, ia biarkan tetes-tetes air putih menjamah tubuhnya. Mereka senggama dihadapan Yang Kuasa.
O Dewi Sri,
Demi padi-padi yang dilukai gergaji.
Demi kuntum-kuntum jerami yang lebur oleh lidah api.
Maafkan aku tak sanggup menjaga diri dari bait-bait puisi ini.
Sebab nasi
Air putih
dan
Sang Hyang Widi,
telah menjadi benci !
Mereka menikamku dengan duri-duri matahari.

Banyak angka terpanggang di atas kaca.
Mangkuk dan wajan-wajan bugil. Almari yang mengginggil.
Buah sisa terkapar di meja. Buah Khuldi menangis di sorga.
Daun-daun sayur menganga !
Lauk pauk yang mati ! dikafani serbet putih.
Berdoalah segenap penghuni dapur bumi.
Isi lemari es terisak-isak sedih.
Rintih dari dalam pemanas nasi makin menjadi-jadi.
O rasa lapar yang perih !! Ku jual lagi harga diri hari ini ?!

Sepi…..
Nyanyi-nyanyi dalam hati
Hening tak berbunyi

“ Pagi-pagi. Pelangi turun kemari.
Sembunyi-sembunyi membawa restu dan sepotong roti ”

Palu 0208

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler