Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

DERMAGAKU SELALU SUNYI

Telah aku tunjukkan padamu tempat dan waktu untuk berlabuh

Telah aku bentangkan layar biru dan telah diangkat jangkar

DINDING TAK BERMATA

Meski untukmu aku punya sembilanpuluh sembilan cinta

Tapi jika satu cinta dalam hatimu tak bercahaya

GAMBARNYA TAK ADA LAGI

lutut gemetar perut lapar hilang timbangan lepas nalar

pikiran masuk ke hutan terbakar lalu pesta liar

COMBERAN DAN SUNYI

aku membaca sunyi yang tampak pada air comberan

yang mengalir hitam pekat menghilir perlahan

DUSTAMU DUSTAKU

Dusta itu awal derita dan derita menghantar luka-luka

Dan luka tampak pada sesungging senyum ceria yang hambar

INI MALAMKU YANG PALING SUNYI

Cinta tumbuh tanpa tanah tanpa air tanpa angin tanpa panas

Lembut bagaikan salju namun bisa menjadi singa yang ganas

KISAH DI SAMBENG*

Dua kekasih berpeluk basah pelupuk menjadi isak

Lama berpisah dalam garis takdir kembali berjumpa

UNTUK GADIS YANG SEDANG LELAP

lelap dalam tidur agaknya engkau dibuai mimpi

sesungging senyum lekat terlukis pada bibir

CINTA YANG RUNTUH

Ketika gunung cinta runtuh kawah hasrat menggelegak

Maka dekap jadi celaka dan peluk menjadi kutuk

MARI TERUS BERPUISI

mari berpuisi terus teman tanpa keinginan dipuja dipuji

kalau toh ada puja dan puji jangan diredam jangan dipendam

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler