Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Mega Dini SariMungkin Aku LupaombiKETIKA POLITISI BERPUISI
Joan UduPerempuan JalangKemirauIRAMA NAN BERSENANDUNG

Karya Sastra

Ironi Nenek Kanut

Nenek Kanut, perempuan 77 tahun,
warga Talang Kepala, Alang-alang, Palembang
Di usia senjanya harus menghadapi panggung pengadilan

Berhati-hati dengan Hati

Menata hati,
agar tidak mudah sakit hati,
seperti air yang mengalir tenang,
menghindari riak dan gelombang.

MATA AIR KECIL

 

SEMUANYA

 

Journey Manager

Journey Manager.

Kemunafikan

Aku tahu bibirmu tersenyum
tapi matamu sinis,
hatimu mendendam,
otakmu kotor.

Aku rasakan tanganmu membelai
tapi matamu menghunjam,
hatimu mendongkol,
otakmu makar.

ya Allah, ya Rahim

ya Allah, ya Rahim

yang dipahamkan padaku tentang rahim-Mu

adalah sayang-Mu pada orang-orang taat pada kebenaran-Mu

yang akan diterimakan di akhirat nanti

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler