Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Karya Sastra

#4334_#437 Cahayati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

menghitung gelisah

 

demi waktu yang menggantung

dan detak rindu yang berdebar

Pasrah Musim Dua

Tengah orang saat mengasah belati
aku padamkan neon
dekat pegunungan yang senyap

Adam

Karena ular mungkin setan menyerupai
ia terteguk buah mirip mangga
atau bisa juga kasturi

Matahari Kikuk

Ayam jantan berkelekar tiap pagi
suara lirih dekat jendela
yang di nanti saban hari
tiada tubuh matahari
menampakkan cahayanya

Pasrah

Di pinggiran siring sungai
aku mengangkat tangan
kepada
sakit yang mengeruak
di hadapan bayangan diri sendiri

Maryam

Dalam bilik
hawa tak berasa
hidung berbulu
lebat semacam pohon kurma
yang tumbuh di sorga

Daud

Anak kecil yang membawa tas ransel
isinya ketapel
di pundak belakang
cepatlah kembali dan lemparkan batu itu
dari orang besar,

De•kon•struk•si

terbentur, terbentur—

Angin Sedang Berhembus

Kursi tua yang bergoyang
di depan teras rumah
tak ada lagi angin membisikkan cerita
hidup bak mati suri

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler