Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

Bukan Kandidat

Mari berhitung

Satu, dua dan berhenti di angka 25

Masihkah tahun depan hitungan tersebut bertambah?

Atau Tuhan hanya akan mengajariku sampai di angka itu?

Tata Kata

Ibuku lebih menyukaiku untuk membawa proses

Oleh karena itu, Ibuku sangat suka berkata-kata, tanpa menjelaskan spesifikasinya:

Jangan lupa shalat

Jangan lupa makan

DI SUATU SENJA NAN RESAH KALA HUJAN RINTIK

DI SUATU SENJA NAN RESAH KALA HUJAN RINTIK


Di suatu senja nan resah penuh gelisah

SUATU PAGI DI PARANGTRITIS

PAGI DI PARANG TRITIS

 

MIRING KERING

Malam antara gelap belimbing dan tembok

Bulan terlihat tidak terlalu elok

Bulan sinis mengirim senyum olok-olok

BUKIT TANPA SEMAK

hujan membakar belukar selimut bukit

panas datang beringas ganas

ada yang sakit

ada yang dirampas

KAU BUKAN BIDADARI

aku bermimpi menggamit dagumu tadi malam

engkau menatapku lalu perlahan matamu terpejam

PENYAIR MABUK NASI BASI

Muntah mabuk nasi basi penyair garang tekan pinggang

Berteriak lantang menggelegar ini aku dewa pujangga

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler