CATATANKU BUKAN PUISI
Nenk, sebenarnya catatanku
bukan puisi
hanya narasi curahan manusiawi
yang dibingkai diksi, majas, perasaan
tema dan emosi hati
untuk menyingkap tabir semesta
dua alam terindera
Tulisan merayap
atau kabar harian fiksi bersayap
dari seorang musafir kembara
mencoba singgah di situs sastra
Aku tidak ingin menjadi arus utama
apalagi besar kepala
Cukup sajakku terbaca bisa dinikmati
dalam renungan senyum tawa, sendiri
saat luka muncrat
menjadi darah kepedihan dan harapan
Fakta itu ibarat pisau menggores tubuh
Sementara badanku terasa lemas angkuh
Terus mencoba berjuang mengipasi bara
kesadaran introvert intuitif
Hadir secara tiba-tiba, impulsi
mengisi romansa keluh kesah sepi diri
Hamzah Fansuri sudah bertepi
indah menawan memikat keramat
berenergi dalam mistik sufi
Muhammad Yamin jelas nyata cintanya
bagai matahari bersinar di pagi hari
Amir hamzah mendapatkan kepribadiannya
melalui ketulusan
keakraban dan kebijaksanaan
Chairil Anwar mengajarkan kita untuk berdiri
menggetarkan bumi
memberdayakan eksistensi diri
Rendra sangat menggelora
bagai warna-warni bunga menyala
tak pudar menghadapi zaman
Pemberontakan diri untuk “Menjadi”
Penuh filosofi
semangat mengolah kehidupan
…
Dan lagi lalu berlanjut
Sampai aku redup redam terbenam
Cedera duka menyibak derita
ditinggal kekasih tak kuasa
Akhirnya kuselami kata-kata
Agung Gema Nugraha
11 April 2026
Komentar
Tulis komentar baru