Tatapan yang Abadi
Karya Muhammad Ari Pratomo
Ada yang tak pernah hilang
meski waktu mencuri banyak hal dariku—
tatapanmu.
Tatapan itu masih menetap di benakku,
seperti senja yang enggan tenggelam.
Saat terakhir kau lihat aku,
dengan mata bening dan polos,
aku tahu: kau belum mengerti
mengapa papa tidak ada di kehidupanmu.
Tapi tatapanmu menyimpan tanya,
dan dari tanya itu,
aku merangkai ratusan puisi
yang lahir dari luka,
berubah jadi doa.
Tatapanmu, anakku,
adalah alasan aku kuat
meski tak lagi menggenggam tanganmu.
Adalah cahaya di ujung sepi
yang tak pernah padam, bahkan saat aku sendiri.
Kau mungkin tak ingat,
tapi bagiku,
tatapan itu abadi.
Seperti kasih papa
yang tak pernah pergi.
Komentar
Tulis komentar baru