Skip to Content

#4334_#437 Ifa Arifin Faqih (II)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

 

 

 

LAYANG-LAYANG  Ifa Arifin Faqih

 

Membaca angin membelah awan

Memanggul mendung menadah hujan

Angin berputar ikuti halauan; melayang

Meliuk berputar mencuri pandang

 

Layang-layang putus terbuai

Terkoyak, kuyup terburai

Patah raga jiwa terkulai

 

Kemana arah membawa pulang

Layang-layang kini terbuang

Ceritanya dianggap usang

 

Layang-layang tinggalkan kenang

Tiada angin membelai sayang

Merunduk menggenggam pilu

Diri tersungkur mengeja rindu

 

Probolinggo, 14022021:08.32 (#Iaf_39_21)

 

LABUHAN RASA Ifa Arifin Faqih

 

Sejak kubaca sajak bertajuk duka

Ada nama tersirat dalam kata

Bukan tentang perasaan kecewa

Pun perihal luka yang mendera

 

Tentang kita yang ingin arungi samudra

Berlayar bentangkan sayap-sayap cinta

Tenggelam dalam palungnya jiwa

 

Lantas apa yang akan kutulis pada cerita

Ketika dermaga meminang labuhkan rasa

Sedang kita masih menunggu masa itu tiba

 

Mari kita satukan derap langkah

Menuju senja yang kian melaju pasrah

Serupa riak gelombang yang ritmis bernada

Seperti buih mengecup bibir pantai tanpa jeda

 

Probolinggo, 12022021:16.46 ( #Iaf38_21 )

 

MUNG ALING-ALING Ifa Arifin Faqih

 

Wengi iki aku kangen sliramu

Pingin tak tekani nanging atiku ragu

Isih ana rindumu kanggo diriku

Takonku ngenteni tuturmu

 

Mung isa nyawang ra isa sambang

Nyatane rasaku ra iso bertandang

Perih nelangsa rinduku meradang

 

Katresnanmu mung aling-aling

Kangen iki sulaya atiku gering

Polahmu palsu, mungkirmu tak iling-iling

 

Piye aku percaya

Nalika bungah kuwe lunga

Ninggali luh jiwaku terlunta-lunta

Becik bubrah, aku tak mau kecewa

 

Terjemahan :

 

Malam ini aku merindukanmu

Aku berharap bisa datang tetapi hatiku ragu

Masih adakah kerinduan untukku

Aku menunggu jawabanmu

 

Hanya bisa melihat tak bisa datang

Nyatanya rasaku tak bisa bertandang

Perih nelangsa rinduku meradang

 

Cintamu hanyalah topeng

Kerinduan ini membuat hatiku sakit

Tingkahmu palsu kuingat selalu

 

Bagaimana aku percaya

Saat bahagia engkau menghilang

Meninggalkan air mata jiwaku mengembara

Lebih baik bubar, aku tidak ingin kecewa

 

Probolinggo, 10022021:18.51 ( #Iaf37_21 )

 

MALAM DAN RINDUKU Ifa Arifin Faqih

 

Duhai malam yang menyimpan kenang

Di dadamu kuhampar sajadah panjang

Kutulis keinginan paling gema

Memohon harapan segera nyata

 

Malam rebah dalam pelukan

Masih kulihat cahaya rembulan

Meski samar, indah dalam angan

 

Malam adalah rindu yang tersampaikan

Satukan jiwa, bersihkan diri menuju kebaikan

Bersimpuh meminta ampunan Tuhan

 

Ingin kunikmati kembali malam nanti

Bahkan ribuan malam meminang kembali

Sebab rindu ini tak'kan pernah bertepi

Bersemi dan tumbuh hingga musim berganti

 

Probolinggo, 23012021:07.30 ( #Iaf23_21 )

 

MENCUMBU AWAN Ifa Arifin Faqih

 

Bila kaupinta aku diam

Aku akan bungkam

Tak akan lagi terdengar tawa

Bahkan meski sekadar canda

 

Kupegang ucapanmu sebagai azimat rindu

Walau sesak dada bagai disayat sembilu

Mungkinkah bertahan, demi harapan palsu

 

Begitu tega larungkan rasa

Janji setiamu tiada nyata

Manis di bibir, di hati dusta

 

Jangan lagi mencumbu awan

Bila mendung ceraikan hujan

Tak mungkin pelangi bergegas datang

Bila gerimis tak dijemput pulang

 

Probolinggo, 06022021: 15.29 ( #Iaf35_21 )

 

UNTUK PEMUJA KATA  Ifa Arifin Faqih

 

Terangkai selaksa aksara mendayu merayu jiwa

terlena dalam belai manja terasa nyata hingga lupa

mengeja rindu pada sang penulis karya

terjebak dalam kubangan tangis merasa kecewa

 

Ini hanya kata, diramu nikmat beraroma

diksi menari-nari menghipnotis sang pemuja

jiwa terjerat mengurai rasa, berakhir nestapa

 

Narasi yang mulai merajuk membujuk kalbu

untuk siapa suamu, menjamu di bilik-bilik rindu

hingga ribuan rasa tersungkur terbuai rayu

 

Untukmu pemuja kata yang candu gemulai tarian pena

jangan biarkan jiwamu hanyut dalam pusaran aksara

maknai yang tersirat di setiap keindahan karya

jangan larut, tenggelam dalam puitisnya kata-kata

 

Probolinggo, 03022021:06.45 ( #Iaf32_21 )

 

RINTIHAN SAJAK Ifa Arifin Faqih

 

Mengapa abaikan adaku

Meski kaubicara istimewa

Meluahkan gemuruh kalbu

Bahkan gema yang ada di jiwa

 

Meminang kata merdeka

Namun wajahku tergores luka

Sebab tinta ternoda tuba

 

Tercecer kata-kata serapah

Coretan linglung bagai sampah

Memesona bias nafsu serakah

 

Kini aku terkurung dilema

Terkungkung mencari makna

Pada siapa hendak bertanya

Jalan pulang entah di mana

 

Probolinggo, 06022021: 12.57 ( #Iaf34_21 )

 

SKETSA NEGERIKU  Ifa Arifin Faqih

 

Langit biru menjadi kelabu

Terbakar nafsu memburu

Asap ego melambung

Perilaku mulai limbung

 

Bumi merintih menahan perih

Menangis, luka menyayat pedih

Meratap iba mengharap pulih

 

Nyanyian rindu berubah pilu

Senandung syahdu menjadi bisu

Sendu dalam simfoni ambigu

 

Wajah negeriku mulai sekarat

Lunglai langkah kian terjerat

Sakit menghunjam perut bumi

Pun merobek warna pelangi

 

Probolinggo, 29012021:19.08 ( #Iaf30_21 )

 

 

CERMIN / Ifa Arifin Faqih

 

Jelang malam Jumat

Perbanyak baca shalawat

Berharap berkah nikmat

Sisa usia bermanfaat

 

Menilai orang boleh; sah-sah saja

Untuk seimbangkan prilaku kita

Bercermin, jadi lebih baik dan bermakna

 

Bila perbuatan tak sesuai lisan berkata

Serupa bumbu tanpa garam, hambar terasa

Amar makruf nahi mungkar tak sempurna

 

Sebelum layu bunga di tangan

Eloklah mekar mawar di taman

Sebelum menilai prilaku teman

Perindah diri sebagai cerminan

 

Probolinggo, 28012021:13.15 ( #Iaf29_21 )

 

RINDU YANG MENGGEBU-GEBU Ifa Arifin Faqih

 

Ada rindu yang diam membungkam kalam

Rindu menjelajah angan yang kian dendam

Mengusik jiwa mengembara khayalkan temu

Mengoyak kalbu bisikkan nada sendu

 

Ada rindu yang tersandung resah

Ketika jamuan berakhir paling gelisah

Hati mulai menebar tangis amat gundah

 

Ada rindu yang terpendam di dalam jiwa

Tanpa kata tanpa kalimat tanpa bicara

Hanya sesak menghunjam dada

 

Rindu menggebu-gebu hanya milik kita

Milik engkau dan aku tak pernah titik tak pernah koma

Rindu yang lahir tanpa dipinta tanpa dipaksa

Rindu antara aku dan rindu kita pada Sang Pencipta

 

Probolinggo, 28012021:06.34 ( #Iaf28_21 )

 

KEMBALI Ifa Arifin Faqih

 

Satu per satu pergi

Kembali ke pangkuan Ilahi

Serupa api dalam sekam

Perlahan membakar; legam

 

Haruskah menangis

Air mata ini telah habis

Mengalir, hati bagai teriris

 

Ingin kuhentikan tarian luka

Yang kian lincah mengincar mangsa

Mengetuki ruh terpisah dari raga

 

Duhai penggenggam kasih; Ya Ilahi

Kembalikan wajah semringah negeri

Tanpa murung, duka yang silih berganti

Hingga langkah ini tiada berhenti

 

Probolinggo, 27012021: 09.00 ( #Iaf27_21 )

 

BERGINCU Ifa Arifin Faqih

 

Bibir paling madu menjerat nista

Tanpa syukur menikmati adanya

Bergincu penuh pesona

Lihai lidah berpura-pura

 

Sadari, bisa lidah membawa bencana

Melebihi racun zianida

Membunuh, meski tanpa luka

 

Bukan raga yang mati

Tapi rasa dan emosi

Sakit hati, menyiksa diri

 

Jaga bicara jangan ghibah

Jaga, jangan menyebar fitnah

Sebaik-baik saudara yang saling peduli

Bukan cari sensasi menjatuhkan saudara sendiri

 

Probolinggo, 25012021:1152 ( #Iaf25_21 )

 

AKU DAN PENAKU Ifa Arifin Faqih

 

Aku bayangan sepenggal kisah

tertulis sebagai cerita indah

suka duka kecewa paling resah

tersenyum mengemas gundah dan gelisah

 

Bagaimana mungkin kau mengeja

tentang rindu yang kurangkai lewat aksara

kuluahkan dalam goresan pena jiwa

 

Bukankah kautidak pernah tahu

apa, bagaimana dan siapa aku

tertawaku dalam pelukan bahagia semu

 

Aku adalah perjalanan cerita

yang hadir di hamparan cakrawala maya

mengais kata memulung aksara

bukan mencari citra, namun panggilan jiwa untuk berkarya

 

Probolinggo, 24012021:08.04 

 

RINDU PUISI Ifa Arifin Faqih

 

Menyeruak aroma kopi

Menelisik rindu hati

Mengurai suasana pagi

Seiring mentari menyinari

 

Ada rindu yang bersembunyi

Di balik tirai ilusi

Menulis tentangmu duhai puisi

 

Probolinggo, 21012021

 

ILUSI MALAM Ifa Arifin Faqih

 

Malam ini tak kujumpa kaupuja

Meski selarik puisimu telah kubaca

Entah untuk siapa rindu yang kautitipkan lewat aksara

Atau hanya sekadar narasi belaka tanpa makna

 

Malam ini begitu hening, di langit cahaya paling purnama

Tak terdengar bising sapa di beranda maya

Namun riuh suaramu terngiang dalam bejana jiwa

 

Malam hanyalah permainan ilusi berhias mimpi

Ketika langkah lelah meniti hari meski

Hanya raga istirah dalam pelukan sang dewi

 

Masih saja tentang rindu yang tersandung resah

Ketika bersanding hanya sebatas khayalan indah

Biarlah waktu berlalu tanpa menunggu dalam gelisah

Berserah pada-Nya penuh ikhlas paling pasrah

 

Probolinggo, 20012021; 00.52 ( #Iaf018_21 )

 

BILA TIBA Ifa Arifin Faqih  

 

Bila tiba saatnya aku tiada

Berpulang pada Sang Pencipta

Kembali kepada kekasih hati

Untuk memenuhi janji yang dinanti

 

Bila tiba saatnya nafas terpisah raga

Jangan ada air mata menggundah jiwa

Jangan ada keluh kesah mengurai kecewa

 

Bila tiba saatnya aku pulang

Peluk ciumlah dengan senyum riang

Sebab sejatinya Tuhan Mahasayang

 

Bila tiba waktuku berjumpa Sang Puja

Jangan berderai air mata basahi muka

Cukup senyum keikhlasan dengan sebait doa

Cahaya penerang jalan menuju Jannah-Nya

 

Probolinggo, 18012021;14:37 ( #Iaf016_21 )

 

CAHAYAKU Ifa Arifin Faqih

 

Duhai engkau yang memenjarakan jejak

Yang membuatku tak bebas bergerak

Terkurung dalam bayangan gelap

Tersekap dalam ruang pengap

 

Dengan ketulusan tiada keluh kutangisi

Tiada kecewa berpalung di hati

Sebab yakinku, engkaulah cahaya nurani

 

Duhai durja yang candu merayu

Meminang dosa menimang nafsu

Menawarkan madu menjerat nista kelabu

 

Sungguh tanpa ikatan suci, aku liar tanpa kendali

Lalai kewajiban, puaskan kenginan memperbudak diri

Untukmu yang menjadi belenggu gerak dan jejak

Kekasihku penerang jalan menuju surga kelak

 

Probolinggo, 18012021;06:33

 

HITUNGAN NIKMAT Ifa Arifin Faqih

 

Dua ditambah dua

Hasilnya adalah empat

Hasil secara logika

Hitungan matematika tepat

 

Bila berkah bisa berlipat

Tidak lagi menjadi empat

Jika Tuhan menambah nikmat

 

Probolinggo, 17012021

 

TENTANG PAGI Ifa Arifin Faqih

 

Masih tentang pagi

Yang tak pernah usai menjadi inspirasi

Untuk terus berkarya dan berimajinasi

Bukan sekadar ilusi dan berhalusinasi

 

Tatap binar mentari

Teriknya terus menguliti

Membakar semesta dan seisi

 

Rasakan gigil embun pagi

Beningnya gontai berayun di putik-putik sari

Meski harus luruh mengecup bibir bumi

 

Pun sepoi angin menerpa ranting

Tanpa gemuruh ucap riuh denting

Pagi berteman embun dan angin

Merajut impian melukis ingin

 

Probolinggo, 14012021;09:30

 

RINDU BUKAN SEKADAR KATA Ifa Arifin Faqih

 

Pada senja telah kukelabui tentang luka

Nyatanya hanya penghias lembaran kisah

Jingga tak mampu menutupi resah

Sebab pada ujung di sana masih terlukis gumpalan mega

 

Jangan pernah meminta pelangi memoles cakrawala

Bila tak kau inginkan gerimis menyapa

Karena keduanya adalah rindu yang tak pernah terpisah

 

Layaknya rinduku padamu; puja

Serupa lambaian pelangi meminang gerimis senja

Dalam pelukan jingga yang rona memerah

 

Rindu bukan sekadar ilusi dalam untaian kata-kata

Pun bukan halusinasi menyesatkan jiwa

Bila rindu diperjuangkan penuh keyakinan

Niscaya rindu abadi tak tergantikan

 

Probolinggo, 12012021; 15:55

 

CELOTEH RINDU Ifa Arifin Faqih

 

Gigil pagi masih milikmu duhai rindu

Seperti kemarin, ketika hangatmu tak lagi mencumbu

Aku ingin terbang menembus batas jarak dan waktu

Namun lagi-lagi kecewa sebab terhalang

tirai kelabu

 

Lirih kutitipkan bait rindu lewat sang bayu

Setelah kembali angan tak mampu terbendung

Mengenangmu adalah sakit yang amat berpalung

 

Pagi ... tak lagi ada sapa merayu

Juga semilir angin bersenandung

Hanya hening mengiringi ilusi yang kian mendung

 

Gigil pagi menelisik gelisah dalam dekapan doa

Rindu, mengharu biru kian meronta

Ingin kuhentikan separuh mimpi dalam perjalanan malam

Menghiasnya dengan cahaya rembulan yang mulai temaram

 

Probolinggo, 12012021

 

GELISAH DALAM PASRAH Ifa Arifin Faqih

 

Tak kutemukan coretan tintamu tuliskan tentang kisah kita

bahkan selarik puisimu tak lagi melukis namaku

seperti janjimu, yang akan setia memeluk dalam suka duka

semua hanya mimpi seperti mendung tanpa hujan musim lalu

 

Pusarakan saja, walau sebenarnya kuingin selalu hidup

dalam jiwamu, dalam hatimu dalam segalamu serupa kuncup

hingga akulah wanita pelitamu yang tak pernah redup

 

Jangan lagi kau sebut setia dalam berjanji

nyatanya, semua hanya bualan belaka tanpa tepi

dan pada akhirnya hanya omong kosong dan selalu kau ingkari

 

Sudahlah ....

aku lelah bersilat lidah

hanya merasa terluka dengan segala serapah

gelisah kini menyuguhkan resah, dan aku hanya berpasrah

 

Probolinggo, 09012021

 

GORESAN SESAL  Ifa Arifin Faqih

 

Langit mulai terlihat mendung

rancak tarian jiwa kembali bersenandung

syahdu mendayu membuai rindu di kalbu

riuh menghentak hati yang semakin beku

 

Tak terdengar terompet kematian sebelum pesta air mata

ketika lena diri dengan fananya dunia

candu nikmat morgana yang membius sukma

 

Kembali tersungkur mengeja rindu yang terabaikan

menahan perih tertikam goresan penyesalan

akankah kembali nafas yang terpisah raga; kematian

 

Duhai jiwa-jiwa yang gersang dari sejuknya iman

jangan tunggu engkau ditinggalkan

sebab kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan

berlombalah menyemai kasih mengharap rida Tuhan

 

Probolinggo, 07012021

 

KAU DAN AKU  Ifa Arifin Faqih

 

Ada kalanya butuh diam untuk memahami

Saat berteriak pun tak bisa dimengerti

Setapak yang kita lalui adalah penyatuan

Antara luka dan cerita indah perjalanan

 

Kau adalah aku yang ketika malam redup cahaya

Bersama dalam temaram di ruang gulita

Merajut impian melukis awan di cakrawala jiwa

 

Kau dan aku hanyalah permainan waktu

Terbuang di lorong-lorong kenang masa lalu

Yang ingin melaju lewati perih dan tajamnya batu

 

Kau dan aku

Merajut kedamaian dalam dekapan bisu

Terlunta memapah menggapai rindu

Pada sang kekasih dalam palung paling gebu

 

Probolinggo, 07012021; 09:25

 

PAGI DAN LANGKAHKU Ifa Arifin Faqih

 

Pagi adalah cerita kita yang tak pernah lelah

Pagi juga kisah kita yang tertulis indah

Pagi menjelma harapan melarung gelisah

Pagi merayu hati untuk terus melangkah

 

Ada pagi bersinar keperakan hiasi langit jingga

Ada pagi meredup tertutup mendung dan mega

Ada pagi syahdu rindukan sinar sang surya

 

Ini langkahku menuju siang

Ini jalanku yang enggan pulang

Inilah aku dengan impian menggapai bintang

 

Pagi dan langkahku seiring nyanyian alam

Mengusir kekhawatiran tentang hidup nan kelam

Semangat pagi menyapa gigilnya jiwa

Menjemput matahari sehangat bagaskara

 

Probolinggo, 06012021; 08:45

 

AKU DAN LUKA  Ifa Arifin Faqih

 

Aku berdiri tegak

dalam rindu menggelegak

ingin kutenggak segelas tuak

melepas penat sejenak mengusir sesak

 

Aku tersungkur dalam debur

riuhnya rasa yang terkubur

melarung mimpi yang kian kabur

 

Aku meratap, iba mengharap

menuntun jiwaku mendekap

sebias cahaya menerangi gelap

 

Aku yang tegak berdiri

lalu tersungkur memeluk pedih

meratap mengharap indah pelangi

menampik luka menepis serpihan perih

 

Probolinggo, 05012021; 15:16

 

ADA DAN TIADA Ifa Arifin Faqih

 

Seharusnya belajar dari perjalanan semesta

Meniti di lingkaran waktu kembali pada semula

Siapa menanam akan menuai

Meski yang diharapkan tak sesuai

 

Seperti siklus air hujan

Menguap, menggumpal menjadi awan

Mendung turun, mengalir menuju lautan

 

Apa yang mesti ditakuti

Yang lahir akan mati, kembali ke pangkuan Ilahi

Ada kemudian tiada, garis takdir harus dilampahi

 

Bila sadar diri, yang ada akan pergi

Yang hidup akan mati dan kembali

Jauhkan dari sifat tak terpuji

Jaga diri, jaga hati agar selamat di akhir jaman nanti

 

Probolinggo, 04012021; 19;15

 

 

SANG PERINDU  Ifa Arifin Faqih

 

Selarut ini mata tak bisa terpejam

Lirih sepoi menyapa malam

Bisikkan salam sesyahdu kalam

Titipan Sang Penguasa Alam

 

Angan mulai melayang

Ingin kulaju waktu; segera pagi menjelang

Akan kukabarkan pada semesta tentang rindu yang kian menjulang

 

Memoriku mulai sesak tentangmu

Seribu tanya menghujam kalbu

Rindu ini nyata atau semua ilusi semu

 

Biarkan inginku menari-nari

Memeluk malam sepi membelenggu hati

Akulah sang perindu yang tak tahu diri

Mencari rindu yang hakiki untuk kekasih hati

 

Probolinggo, 03012021; 01:07

 

BUKU USANG Ifa Arifin Faqih

 

Kusimpan buku usang

Tentang perjalanan panjang

Untuk di-eja ulang

Cermin menuju terang

 

Masih tertulis rindunya hati

Lewat senandung kalam Ilahi

Dalam sujud lantunan puja-puji

 

Probolinggo, 01012021; 21:00

 

KUTITIPKAN RINDU  Ifa Arifin Faqih  

 

Semalam telah kutitipkan rindu

Pada angin yang sepoi membelaimu

Lirih bisikannya menyentuh kalbu

Yang hadirnya tak pernah kautahu

 

Sejenak hilang luka yang mendera

Kala canda tawa menghibur lara

Berkisah tentang cinta yang ternoda

 

Rindu mulai menelisik, luruhkan nelangsa

Kecewa mulai terganti senyum ceria

Akan kubawa rindumu bertunas dalam jiwa

 

Biarkan bersemi, bernas dalam ranumnya rasa

Hingga membuatmu lupa tentang janji dusta

Merawat rindu kita dalam indahnya bersama

Hingga maut memisahkan kita selamanya

 

Probolinggo, 29122020

 

ITU KAMU Ifa Arifin Faqih  

 

Derai itu kamu

Tangismu melebam kalbu

Mengiris bagai sembilu

Sebab rindu membelenggu

 

Senyum itu juga kamu

Saat rindu menjamu temu

Ketika jumpa memelukmu; kasihku

 

Probolinggo, 23122020

 

 

KUNIKMATI PAGI  Ifa Arifin Faqih

 

Setelah hujan semalam tiada henti

Masih terasa gigil menyelimuti

Meski telah hangat mentari menyinari

Menepis kabut membuang sepi

 

Hati ini tersesat di rimba kenangan kelam

Singgah pada kelopak dan lembaran masa silam

Yang tak seharusnya kulewati lorong-lorong hitam

 

Sesempurna hari ini adalah syukur tiada terperi

Nikmat dan karunia Ilahi tiada henti

Masih terjaga diri dari kufur dan riya'nya hati

 

Subhanallah, masih ada setetes embun harapan

Melangkah pasti menggapai masa depan

Meski langkah kadang terseok, terhalang aral

Namun hati tetap teguh merangkul impian yang pernah terpental

 

Probolinggo, 17122020

 

BIAS-BIAS CAHAYA  Ifa Arifin Faqih

 

Telah kusulut lampu-lampu lampion warna-warni

Untuk menerangi ruang-ruang hati

Di pematang jiwa yang tak terjamah rasa

Berharap pinta menjadi pelita saat gulita

 

Rupanya salah menata letak

Hingga pijak mudah beranjak

Tak pula sampai beranak pinak

 

Satu demi satu penerang padam

Ruang- ruang menjadi kelam

Lorong pun beraral melintang hitam

 

Samar, sebias cahaya ingin kurengkuh

Melupakan sesuatu yang buatku berkeluh

Keyakinan atas segala-Mu yang Maha Besar

Engkau cahaya kasih yang tak pernah pudar

 

Probolinggo, 16122020

 

DIAMKU  Ifa Arifin Faqih

 

Pagi masih berselimut kabut

Gigil rindu jejali hati berkemelut

Mentari tak henti melaju, melesat

Meski teriknya terhijab mendung berat

 

Harusnya aku pergi menjauh tanpa rindu

Seakan belenggu membatu di kalbu

Merajam perih melebihi pedihnya sembilu

 

Rindu ini bukan tak mau beranjak

Namun hatiku terlampau menjejak

Tentangmu yang tak bisa dielak

 

Aku kehabisan tinta, kertas dan kata-kata

Namun jemariku merajuk membujuk jiwa

Diamku memilah serangkai aksara tak bermakna

Untuk kueja kembali melukis dengan kata bersahaja

 

Probolinggo, 08122020

 

ELEGI SANG KATA  Ifa Arifin Faqih

 

Aku adalah kata-kata yang terdampar di palung jiwa

Terburai, terhempas saat kau tak membutuhkannya

Melepas dahaga bagai secawan madu saat

kau terluka

Dirangkainya indah bak mutiara dipuja-puja

 

Aku adalah barisan huruf paling nekad

Saat kau putuskan memilih untuk menghujat

Puaskan amarah terucap tanpa syarat

 

Aku adalah sekumpulan serpihan abjad

Ketika kau memeluk rindu paling sekarat

Dirangkainya menjadi diksi anggun paling bermartabat

 

Yah, aku hanyalah permainan kata-kata

Terluah oleh rasa dan emosi jiwa

Andai saja kaubisa pahami makna tentang aksara cinta

Maka takmudah untukmu merangkai kata lalu mencampakkannya

 

Probolinggo, 12122020

 

EMBUN PAGI Ifa Arifin Faqih

 

Beningnya masih anggun berayun

Gemulai di lembaran rimbun daun

Menepis angin membelai, membawanya luruh

Tetap sejuk mengecup kuncup tanpa keluh

 

Tetesan gerimis menghapus jejak

Namamu tak lagi menilas tapak

Lesap merunduk menggenggam bijak

 

Kutemui engkau di punggung malam

Saat jiwa terbius mimpi dalam temaram

Menyibak rindu mengoyak hati yang kian lebam

 

Engkau masih kutunggu dengan sempurnanya sejukmu

Bulir nan bening memeluk erat dahaga kalbu

Mewarnai kanvas biru menjadi puisi paling syahdu

Ikhlasmu adalah pribadi anggun kurindu

 

Probolinggo,11122020

 

JAMUAN PAGI  Ifa Arifin Faqih

 

Masih kuingat betapa nikmatmya pagi ditemani secangkir kopi

Angan berilusi merangkai kata-kata puisi

Itu kemarin, ketika pagi masih menjadi inspirasi

Namun, pagi hanya bisa diam jalani hari

 

Senja mulai merangkak mengecup reranting ringkih

Membelainya dengan rindu titipan kekasih

Betapa rindu ini menuntun jiwaku pasti, meski lirih

 

Jamuan pagi akan kembali ternikmati meski bukan secangkir kopi

Akan kutitipkan bait rindu pada Sang Pemilik Hati

Agar rasa ini berpulang pada-Nya tanpa setitik cela berarti

 

Akan kulangitkan doa terindah untuk meraih impian

Pada jamuan pagi akan kubisikkan segala harapan

Candu akan rindu-Mu, biaskan pelangi selepas hujan

Akan kujadikan rindu-Mu pelebur khilaf dan kesalahan

 

Probolinggo, 05122020

 

SAJAK HUJAN Ifa Arifin Faqih

 

Di mana aku yang kemarin basah

Bukankah sudah kutitipkan segala resah

Pada bulir yang menggenang di pelataran hati

Pada cakrawala di larik-larik lengkung pelangi

 

Aku harus pergi tinggalkan rintik gerimis

Pada Desember yang mulai tersenyum manis

Dan sejuta raut wajah yang mulai berhenti menangis

 

Jangan ada kenang yang tersemat luka

Mari sejenak melupa tentang pinta yang tertunda

Berdansa, berdendang ikuti tarian musim berirama

 

Aku akan pergi, menunggu musim berganti

Entah bertemu atau hanya warta aku kembali

Maka tunggulah dengan harapan pasti

Saat nanti aku kembali, ikrar janji telah kutepati

 

Probolinggo, 01122020

 

BILA KATA  Ifa Arifin Faqih

 

Bila kata hanya simbol belaka

Aksara dianggap tak bermakna

Di mana puisi suara jiwa

Yang serupa candu bagi pujangga

 

Bila kata hanya penghias lembaran kisah

Hanya melukis cakrawala gundah

Yang ibarat lentara kala nurani lelah

 

Bila kata hanya pemanis rasa

Terucap dalam rangkaian aksara

Tarian gemulai jemari nan manja

 

Bila kata sebatas ilusi mimpi

Kapan kata miliki arti

Bukan sekedar imajinasi

Atau sekadar basa basi

 

Probolinggo, 03112020, 18; 32

 

GERIMIS PAGI   Ifa Arifin Faqih

 

 

Gerimis pagi menghias suasana syahdu

Membungkus manis rasa rindu di kalbu

Menepis jejak kisah petualang nan sendu

Melarung cerita singgah dalam secawan madu

 

Dalam dekapan selimut gigil pagi

Bulir embun terburai rintik gerimis

Beningnya tak lagi dicumbu angin

 

Dalam hangat secangkir kopi

Berteman nada denting nan ritmis

Layangkan angan tentang selaksa ingin

 

Pagiku dengan aroma kopi kian candu

Semburat harapan masih tergenggam tangan

Seiring bergulirnya waktu yang kian melaju

Sehangat mentari kutatap masa depan

 

 

Probolinggo, 03112020, 05;27

 

BUNGA IMPIAN Ifa Arifin Faqih  

 

 

Bunga layu tersentuh nafsu amarah

Lunglai, hilang aroma gairah

Jatuh tersungkur luruh patah

Air mata jatuh bersimbah

 

Jangan injak bunga yang gugur

Sirami dengan kasih dan tafakur

Yakin bersemi kembali dengan subur

 

Layu kembang jangan dibuang

Semaikan di jiwa dengan sayang

Biarkan layu kembali berkembang

 

Duhai kembang bunga impian

Di kelopakmu sejuta harapan

Tebarkan indah rupa juga wewangian

Anggun pribadi meniti masa depan

 

 

Probolinggo, 02112020, 05;50

 

ALAMKU TAK LAGI RAMAH Ifa Arifin Faqih  

 

 

Rindu ini semakin mencari celah temu

Beberapa purnama pandemi belum berlalu

Kini air bah pun menghalangi rindu

Entahlah, sedang jiwa makin beku membiru

 

 

Kemarin, separuh waktu hari

Mentari tak menyapa bumi

Tertutup mendung menyelimuti

 

 

Tak jeda air mata langit tumpah

Angin Gending tak lagi ramah

Menyerta meluapkan amarah

 

 

Jalan-jalan, sawah dan rumah tergenang

Air mata kesedihan mulai berlinang

Tanpa kata, diam dengan seribu pertanyaan

Mencari jawab tanpa saling menyalahkan

 

 

Probolinggo, 01112020,07;54

 

MENARILAH DENGAN GEMULAI Ifa Arifin Faqih  

 


Suara teriakanmu sumbang

Terdengar parau bimbang

Menggeliat kilat menghantam langit

Menggelepar jiwa-jiwa sakit

 

 

Musik sudah diputar

Nada mulai terdengar

Menarilah dengan gemulai

 

 

Suara paraumu menggelegar

Sumbang kebencian menebar

Simpul angkuh membuai

 

 

Jangan biarkan jiwamu meradang

Ikuti musik dengan tenang

Menari ritmis rancak menawan

Tepuk tangan raih kemenangan

 

 

Probolinggo, 31102020,07;05

 

NGOPI PAGI Ifa Arifin Faqih

 

 

Selamat pagi tuan

Kopi pagi sudah disuguhkan

Bersama roti kismis manis

Nikmati pagi yang gerimis

 

 

Tak perlu ada tangis tuan semua sudah direncanakan

Berjalanlah sesuai keinginan

Jemput esok dengan harapan

 

 

Untukmu puan, tersenyumlah dengan impian

Bukan sebias hayalan melenakan

Pun secangkir morgana menyesatkan

 

 

Selamat pagi cinta nan menawan

Semoga keputusan membawa kebaikan

Agar langkah tak salah arah

Menyongsong hari cerah penuh berkah

 

 

Probolinggo, 28102020,04;57

TANAH MASIH BASAH Ifa Arifin Faqih  

 


 Gugusan bintang yang engkau janjikan

Melenakan

Membuat terkapar

Hancur lebur, terlempar

 

 

 Rindumu berpaling untuk yang lain

Setia mana yang kau ingin

Kau sendiri berlalu bagai angin

 

 

 Meraihmu tanpa putus asa

Hingga napas terpisah dari raga

Air mata hanya simbol berbisa

 

 

 Begitu cepat rindumu bertunas

Kamboja putih masih indah menghias

Masih basah tanah dengan air mata

Begitu cepat kasihmu mendua

 

 

 

 Probolinggo, 27102020, 06;39

 

KENANG Ifa Arifin Faqih  

 

 

Andai satu saat nanti

Goresanku tak kau temui

Bukan berarti aku kehabisan kata-kata

Atau jemariku lumpuh menulis aksara

 

 

Pada waktu yang entah

Telah kaueja segalaku tentang selaksa kisah

Tentang cerita gundah yang menaungi gelisah

 

 

Pada saatnya aku akan memeluk rindu

Menghabiskan waktu untuk bercumbu

Memagut rasa pada candu maha madu

 

 

Pada saatnya larik-larik puisiku menjadi usang

Terbiar pada taman-taman dan terbuang

Hanya waktu pasti labuhkan segala rindu

Terkenang, kurun waktu kebersamaan telah berlalu

 

 

 

Probolinggo, 26102020,16;29

 

PREMAN  Ifa Arifin Faqih  

 

 

Di jalan-jalan berkeliaran orang-orang berseragam

Banyak mata melihat ketakutan lalu memejam

Gemetar bibir ditanya tetap bungkam

Bukan tak ada jawaban namun rasa mulai mencekam

 

 

Di pasar, depan toko di warung dan emperan

Tongkat menodong kaki bergerak celingukan

Seragam bersimbol tak ubahnya seperti preman

 

 

Lembar-lembar angka mulai dikumpulkan

Katanya, sebagai denda pelanggaran

Naif, atau hanya sekadar wacana setoran

 

 

Sebagian tertawa dibalik derita

Pecundang tanpa rasa memeras paksa

Benarkah atau hanya berpura-pura

Berhijab bijak membingkai dusta

 

 

Probolinggo, 25102020,19;40

SALAH LAGI Ifa Arifin Faqih  

 

 

Salah sudah biasa

Salah menulis kata

Salah dalam bertingkah

Salah mengambil langkah

 

 

Salah lagi salah lagi

Mengapa salah terulang kembali

Salah, harusnya segera diperbaiki

 

 

Probolinggo, 25102020,07;34

PUISI JIWA Ifa Arifin Faqih  

 

 

Puisi luahan jiwa

Mengalir indahnya kata

Melukis selaksa rasa

Rindu pun cinta

 

 

Puisi adalah ungkapan hati

Bercerita kisah perjalanan diri

Suka duka warnai hari

 

 

Probolinggo, 25102020,06;58

RINDU SEMESTA Ifa Arifin Faqih  

 

Kerlingan indah berpijar

Rindu makin tertawar

Binar matamu bersinar

Menusuk tiada pudar

 

Tersirat rasa dalam jiwa

Menyeruak aroma rindu semesta

Senandungkan puja ayat-ayat cinta

 

Probolinggo, 25102020,06;50

MENUNGGU KEMBALIIfa Arifin Faqih  

 

Pada jejakmu yang hilang

Aku mencari dengan memanggul harapan

Kusembahkan bingkisan rindu mengoyak angan

Melebur gelisah dalam dekapan kenang

 

Setiap detik waktu menunggu kaukembali

Bahkan tersurat di setiap rangkaian aksaraku

Namun yang tersirat tiada kaupahami

 

Mungkin rasa tiada lagi kau miliki

Hingga kau menjauh tanpa ragu

Tinggalkan rindu membilur di hati

 

Kini harapan bagai mimpi

Melenakan hanya dalam ilusi

Menunggu entah kapan kau kembali

Berharap temu tanpa luka menyakiti

 

Probolinggo, 24102020,06;30

 

TERGENANG SUNYI Ifa Arifin Faqih  

 


Aku pamit sejenak

Dari riuh menghentak

Melena mimpi terhenyak

Meraih sukses memuncak

 


Bila sepi adalah harapan

Akan kusulam indahnya kesendirian

Tergenang dalam sunyinya angan


Probolinggo, 23102020

 

CINTA Ifa Arifin Faqih  

 


Cinta tak perlu diucap dengan kata "Love you"

Namun terasa saat perhatian tertuju

Ada getar halus menelisik kalbu

Senandungkan nada rindu saat tiada bertemu

 

 

Cinta sejati hanya perlu bukti, tak penting janji bila diingkari

Cinta akan abadi bila saling memahami

Saling memberi, melengkapi kekurangan diri

 

 

"Cinta tak harus memiliki," itu dusta

Sebab cinta perlu diperjuangkan untuk bersama

Cinta adalah penyatuan dua jiwa untuk menggapai bahagia

 

 

Sesungguhnya keindahan cinta ada pada jiwa

Hadir sebagai anugerah dari sang maha cinta

Cinta kasih sebagai hamba yang bertakwa

Pelihara, agar cinta abadi hingga menuju pemiliknya

 

 

Probolinggo, 22102020

 

 

KIDUNG RINDU Ifa Arifin Faqih  

 

sambut tanganku

terlalu lemah untuk menggapaimu

jalan yang kutempuh makin tak terarah

jiwaku melangkah pada titian goyah

 

senandungku ingin didengar

walau nadanya semakin sumbang

lirih, ingin merayu syahdunya syair kerinduan

 

kidung rindu terasa hambar

membelai jiwa yang meradang

mengusung hati pada sebuah harapan

 

duhai puja, penguasa jiwa yang kembara

dengarlah kidung rindu yang bergelora

rengkuh segalaku dengan kebaikan

agar rindu kembali dalam dekapan

 

 Probolinggo, 21102020

 

MUHASABAH PAGI Ifa Arifin Faqih

 

 

Pagi berselimut kabut rindu

Namun ingin kugapai sapa mesramu

Lewat nyanyian semesta nan syahdu

Seirama lirih gemerisik rasa membelai kalbu

 

 

Dengan menyemat namamu kuayunkan langkah

Tiada henti berharap kebaikan kian indah

Setangkup doa kulangitkan meminang berkah

 

 

Duhai penguasa jiwa dan jagat raya

Jangan palingkan hati demi mengejar dunia

Demi tahta atau nikmat sementara

 

 

Kembali ingin kunikmati malammu nan sepi

Saat waktu kuabaikan demi keinginan hati

Merajut cita, lalai bahwa senja mulai menapak

Lantas, lupa bahwa diri belum sempurna berlaku bijak

 

 

Probolinggo, 19102020

 

BIBI NASI JAGUNG Ifa Arifin Faqih  

 

 

 

Nasi ... nasi

Jagung ... jagung

Nasi ....

Jagung ....

 

 

Nasi jagung hangat

Siapa beli ayo merapat

Beli satu dapat empat

 

 

Teriakan bibi penjual nasi

Keliling kampung saban hari

Dari subuh sampai terik matahari

 

 

Tak terdengar lengking suara "nasi jagung"

Pelanggan menunggu cemas dan bingung

Terkabar berita pagi dari pengeras suara mushalla

Bibi nasi jagung telah kembali pada-Nya

 

 

 

Probolinggo, 18102020

 

 

ILALANG BERELEGI Ifa Arifin Faqih  

 

 

Adalah ilalang di hamparan gersang

Berharap semilir angin menyapa kenang

Meski terdampar di musim hujan

Patah angan pupuslah harapan

 

 

Rumput liar bersorak berpesta riang

Nyinyir menyaksikan patahan terbuang

Terlena rayuan angin yang menghilang

 

 

Ilalang merunduk menggenggam rindu

Tangis terisak sesak menahan malu

Luruh terdiam bungkam membisu

 

 

Ada saatnya ilalang tertimpa embun

Patahnya tumbuh rimbun berayun

Gemulai menebar pesona nan anggun

Nikmati syukur anugerah bertimbun

 

 

Probolinggo, 16102020

 

TAK SENIKMAT KOPIMU Ifa Arifin Faqih

 

Nikmati saja suguhanku

Sekadar kopi pahit kujamu

Namun tetap manis dalam rasa

Sebab kuseduh penuh cinta

 

Secangkir hangatnya sapa

Tertuang dalam aksara

Meski tanpa aroma

 

Ini kopiku dalam kepulan hangat

Tak senikmat kopi yang kau buat

Kopi pagi untukmu terkasih sahabat

 

Jangan diangan pahitnya rasa

Namun kenang indahnya bersama

Dalam jalinan silaturahmi nan erat

Kopi pahit candu dalam aroma nikmat

 

Probolinggo, 15102020

 

MALAM TANPA MIMPI  Ifa Arifin Faqih


 Malam tak lagi bersahabat

Gigilnya enggan memeluk erat

Mimpi tak bisa lagi kuharap

Sepi hanya diam senyap

 

 Anganku menepi tanpa imaji

Raga luruh tak berdaya lagi

Terkulai lemah hilang semangat diri

 

 Andai saja waktu tak segera lalu

Ingin kupetik aroma rindu

Untuk temani rasa yang kian sendu

 

 Namun, untuk apa berkeluh kesah

Semua hanya pahatan langkah

Agar indah hidup dalam kehidupan

Bersyukur atas nikmat dan segala ujian

 

 

Probolinggo, 13102020

 

 

 

SEBAB PANGKAT Ifa Arifin Faqih

 

santai saja menuju suksesi

bila tercipta jembatan hati

tak perlu repot melewati uji

semua sudah tertulis pasti

 

pintarmu yang selangit tata di atas bukit

hanya bisa tersenyum untuk bisa bangkit

nyatanya, tanpa sekarung koin terlindas sakit

 

yang dekat akan merapat yang jauh tak akan dapat

sekat-sekat mutilasi martabat sudah dibuat

zaman dianggap karat manusia berotak keparat

 

berkoloni mengais nikmat hitam

berkolaborasi menyulam langkah kelam

tangan mengepal menjadi besi rongsokan

sebab hati manusia berubah seperti hewan

 

Probolinggo, 11102020

 

 

LANGIT MENDUNG Ifa Arifin Faqih  

 

Jeritan dengki memaki

Hinakan harga diri

Kobarkan kata benci

Bertepuk tanpa bunyi

 

Tiada langit tanpa mendung

Tiada perjalanan tanpa tersandung

Hakikat hidup mengais untung

 

Probolinggo, 10102020

 

 

 

PUISI DI LANGIT GERIMIS

 

 

Setiap baitmu melukis cakrawala kalbu

Berarak sendu menghias langit biru

Namun kau tak pernah peduli dan tak tahu

Petir menyambar awanku menjadi kelabu



Jangan katakan tentang mendungnya jiwa

Sebab hujan rasa yang kau punya

Hanya merayu pelangi membias warna



Berpijarlah ke arahku, ketika merasa lelah

Kita berbincang tentang perjalanan singgah

Tentang luka dan cerita indah sebuah kisah



Dan kau acuhkan mendung menyelimuti hati

Hanya hening seketika, merajuk untuk pergi

Kubiarkan tetesan gerimis menghapus jejak

Tilas langkahmu yang pernah menapak



Probolinggo, 10-10-2020

 

 

 

SAJAK CINTA

 

 

Aku pinjam kata-katamu

Untuk mengeja rindu

Merangkai aksara jiwa

Menguntai syair bermakna

 

 

Kubaca sajakmu bertajuk cinta

Menabur kasih kalimat bersahaja

Gaung puja kepada Pencipta

 

 

Probolinggo, 09102020

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler