Skip to Content

#4334 dan #437_Ifa Arifin Faqih (II)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

BILA KATA  Ifa Arifin Faqih

 

Bila kata hanya simbol belaka

Aksara dianggap tak bermakna

Di mana puisi suara jiwa

Yang serupa candu bagi pujangga

 

Bila kata hanya penghias lembaran kisah

Hanya melukis cakrawala gundah

Yang ibarat lentara kala nurani lelah

 

Bila kata hanya pemanis rasa

Terucap dalam rangkaian aksara

Tarian gemulai jemari nan manja

 

Bila kata sebatas ilusi mimpi

Kapan kata miliki arti

Bukan sekedar imajinasi

Atau sekadar basa basi

 

Probolinggo, 03112020, 18; 32

 

GERIMIS PAGI   Ifa Arifin Faqih

 

 

Gerimis pagi menghias suasana syahdu

Membungkus manis rasa rindu di kalbu

Menepis jejak kisah petualang nan sendu

Melarung cerita singgah dalam secawan madu

 

Dalam dekapan selimut gigil pagi

Bulir embun terburai rintik gerimis

Beningnya tak lagi dicumbu angin

 

Dalam hangat secangkir kopi

Berteman nada denting nan ritmis

Layangkan angan tentang selaksa ingin

 

Pagiku dengan aroma kopi kian candu

Semburat harapan masih tergenggam tangan

Seiring bergulirnya waktu yang kian melaju

Sehangat mentari kutatap masa depan

 

 

Probolinggo, 03112020, 05;27

 

BUNGA IMPIAN Ifa Arifin Faqih  

 

 

Bunga layu tersentuh nafsu amarah

Lunglai, hilang aroma gairah

Jatuh tersungkur luruh patah

Air mata jatuh bersimbah

 

Jangan injak bunga yang gugur

Sirami dengan kasih dan tafakur

Yakin bersemi kembali dengan subur

 

Layu kembang jangan dibuang

Semaikan di jiwa dengan sayang

Biarkan layu kembali berkembang

 

Duhai kembang bunga impian

Di kelopakmu sejuta harapan

Tebarkan indah rupa juga wewangian

Anggun pribadi meniti masa depan

 

 

Probolinggo, 02112020, 05;50

 

ALAMKU TAK LAGI RAMAH Ifa Arifin Faqih  

 

 

Rindu ini semakin mencari celah temu

Beberapa purnama pandemi belum berlalu

Kini air bah pun menghalangi rindu

Entahlah, sedang jiwa makin beku membiru

 

 

Kemarin, separuh waktu hari

Mentari tak menyapa bumi

Tertutup mendung menyelimuti

 

 

Tak jeda air mata langit tumpah

Angin Gending tak lagi ramah

Menyerta meluapkan amarah

 

 

Jalan-jalan, sawah dan rumah tergenang

Air mata kesedihan mulai berlinang

Tanpa kata, diam dengan seribu pertanyaan

Mencari jawab tanpa saling menyalahkan

 

 

Probolinggo, 01112020,07;54

 

MENARILAH DENGAN GEMULAI Ifa Arifin Faqih  

 


Suara teriakanmu sumbang

Terdengar parau bimbang

Menggeliat kilat menghantam langit

Menggelepar jiwa-jiwa sakit

 

 

Musik sudah diputar

Nada mulai terdengar

Menarilah dengan gemulai

 

 

Suara paraumu menggelegar

Sumbang kebencian menebar

Simpul angkuh membuai

 

 

Jangan biarkan jiwamu meradang

Ikuti musik dengan tenang

Menari ritmis rancak menawan

Tepuk tangan raih kemenangan

 

 

Probolinggo, 31102020,07;05

 

NGOPI PAGI Ifa Arifin Faqih

 

 

Selamat pagi tuan

Kopi pagi sudah disuguhkan

Bersama roti kismis manis

Nikmati pagi yang gerimis

 

 

Tak perlu ada tangis tuan semua sudah direncanakan

Berjalanlah sesuai keinginan

Jemput esok dengan harapan

 

 

Untukmu puan, tersenyumlah dengan impian

Bukan sebias hayalan melenakan

Pun secangkir morgana menyesatkan

 

 

Selamat pagi cinta nan menawan

Semoga keputusan membawa kebaikan

Agar langkah tak salah arah

Menyongsong hari cerah penuh berkah

 

 

Probolinggo, 28102020,04;57

TANAH MASIH BASAH Ifa Arifin Faqih  

 


 Gugusan bintang yang engkau janjikan

Melenakan

Membuat terkapar

Hancur lebur, terlempar

 

 

 Rindumu berpaling untuk yang lain

Setia mana yang kau ingin

Kau sendiri berlalu bagai angin

 

 

 Meraihmu tanpa putus asa

Hingga napas terpisah dari raga

Air mata hanya simbol berbisa

 

 

 Begitu cepat rindumu bertunas

Kamboja putih masih indah menghias

Masih basah tanah dengan air mata

Begitu cepat kasihmu mendua

 

 

 

 Probolinggo, 27102020, 06;39

 

KENANG Ifa Arifin Faqih  

 

 

Andai satu saat nanti

Goresanku tak kau temui

Bukan berarti aku kehabisan kata-kata

Atau jemariku lumpuh menulis aksara

 

 

Pada waktu yang entah

Telah kaueja segalaku tentang selaksa kisah

Tentang cerita gundah yang menaungi gelisah

 

 

Pada saatnya aku akan memeluk rindu

Menghabiskan waktu untuk bercumbu

Memagut rasa pada candu maha madu

 

 

Pada saatnya larik-larik puisiku menjadi usang

Terbiar pada taman-taman dan terbuang

Hanya waktu pasti labuhkan segala rindu

Terkenang, kurun waktu kebersamaan telah berlalu

 

 

 

Probolinggo, 26102020,16;29

 

PREMAN  Ifa Arifin Faqih  

 

 

Di jalan-jalan berkeliaran orang-orang berseragam

Banyak mata melihat ketakutan lalu memejam

Gemetar bibir ditanya tetap bungkam

Bukan tak ada jawaban namun rasa mulai mencekam

 

 

Di pasar, depan toko di warung dan emperan

Tongkat menodong kaki bergerak celingukan

Seragam bersimbol tak ubahnya seperti preman

 

 

Lembar-lembar angka mulai dikumpulkan

Katanya, sebagai denda pelanggaran

Naif, atau hanya sekadar wacana setoran

 

 

Sebagian tertawa dibalik derita

Pecundang tanpa rasa memeras paksa

Benarkah atau hanya berpura-pura

Berhijab bijak membingkai dusta

 

 

Probolinggo, 25102020,19;40

SALAH LAGI Ifa Arifin Faqih  

 

 

Salah sudah biasa

Salah menulis kata

Salah dalam bertingkah

Salah mengambil langkah

 

 

Salah lagi salah lagi

Mengapa salah terulang kembali

Salah, harusnya segera diperbaiki

 

 

Probolinggo, 25102020,07;34

PUISI JIWA Ifa Arifin Faqih  

 

 

Puisi luahan jiwa

Mengalir indahnya kata

Melukis selaksa rasa

Rindu pun cinta

 

 

Puisi adalah ungkapan hati

Bercerita kisah perjalanan diri

Suka duka warnai hari

 

 

Probolinggo, 25102020,06;58

RINDU SEMESTA Ifa Arifin Faqih  

 

Kerlingan indah berpijar

Rindu makin tertawar

Binar matamu bersinar

Menusuk tiada pudar

 

Tersirat rasa dalam jiwa

Menyeruak aroma rindu semesta

Senandungkan puja ayat-ayat cinta

 

Probolinggo, 25102020,06;50

MENUNGGU KEMBALIIfa Arifin Faqih  

 

Pada jejakmu yang hilang

Aku mencari dengan memanggul harapan

Kusembahkan bingkisan rindu mengoyak angan

Melebur gelisah dalam dekapan kenang

 

Setiap detik waktu menunggu kaukembali

Bahkan tersurat di setiap rangkaian aksaraku

Namun yang tersirat tiada kaupahami

 

Mungkin rasa tiada lagi kau miliki

Hingga kau menjauh tanpa ragu

Tinggalkan rindu membilur di hati

 

Kini harapan bagai mimpi

Melenakan hanya dalam ilusi

Menunggu entah kapan kau kembali

Berharap temu tanpa luka menyakiti

 

Probolinggo, 24102020,06;30

 

TERGENANG SUNYI Ifa Arifin Faqih  

 


Aku pamit sejenak

Dari riuh menghentak

Melena mimpi terhenyak

Meraih sukses memuncak

 


Bila sepi adalah harapan

Akan kusulam indahnya kesendirian

Tergenang dalam sunyinya angan


Probolinggo, 23102020

 

CINTA Ifa Arifin Faqih  

 


Cinta tak perlu diucap dengan kata "Love you"

Namun terasa saat perhatian tertuju

Ada getar halus menelisik kalbu

Senandungkan nada rindu saat tiada bertemu

 

 

Cinta sejati hanya perlu bukti, tak penting janji bila diingkari

Cinta akan abadi bila saling memahami

Saling memberi, melengkapi kekurangan diri

 

 

"Cinta tak harus memiliki," itu dusta

Sebab cinta perlu diperjuangkan untuk bersama

Cinta adalah penyatuan dua jiwa untuk menggapai bahagia

 

 

Sesungguhnya keindahan cinta ada pada jiwa

Hadir sebagai anugerah dari sang maha cinta

Cinta kasih sebagai hamba yang bertakwa

Pelihara, agar cinta abadi hingga menuju pemiliknya

 

 

Probolinggo, 22102020

 

 

KIDUNG RINDU Ifa Arifin Faqih  

 

sambut tanganku

terlalu lemah untuk menggapaimu

jalan yang kutempuh makin tak terarah

jiwaku melangkah pada titian goyah

 

senandungku ingin didengar

walau nadanya semakin sumbang

lirih, ingin merayu syahdunya syair kerinduan

 

kidung rindu terasa hambar

membelai jiwa yang meradang

mengusung hati pada sebuah harapan

 

duhai puja, penguasa jiwa yang kembara

dengarlah kidung rindu yang bergelora

rengkuh segalaku dengan kebaikan

agar rindu kembali dalam dekapan

 

 Probolinggo, 21102020

 

MUHASABAH PAGI Ifa Arifin Faqih

 

 

Pagi berselimut kabut rindu

Namun ingin kugapai sapa mesramu

Lewat nyanyian semesta nan syahdu

Seirama lirih gemerisik rasa membelai kalbu

 

 

Dengan menyemat namamu kuayunkan langkah

Tiada henti berharap kebaikan kian indah

Setangkup doa kulangitkan meminang berkah

 

 

Duhai penguasa jiwa dan jagat raya

Jangan palingkan hati demi mengejar dunia

Demi tahta atau nikmat sementara

 

 

Kembali ingin kunikmati malammu nan sepi

Saat waktu kuabaikan demi keinginan hati

Merajut cita, lalai bahwa senja mulai menapak

Lantas, lupa bahwa diri belum sempurna berlaku bijak

 

 

Probolinggo, 19102020

 

BIBI NASI JAGUNG Ifa Arifin Faqih  

 

 

 

Nasi ... nasi

Jagung ... jagung

Nasi ....

Jagung ....

 

 

Nasi jagung hangat

Siapa beli ayo merapat

Beli satu dapat empat

 

 

Teriakan bibi penjual nasi

Keliling kampung saban hari

Dari subuh sampai terik matahari

 

 

Tak terdengar lengking suara "nasi jagung"

Pelanggan menunggu cemas dan bingung

Terkabar berita pagi dari pengeras suara mushalla

Bibi nasi jagung telah kembali pada-Nya

 

 

 

Probolinggo, 18102020

 

 

ILALANG BERELEGI Ifa Arifin Faqih  

 

 

Adalah ilalang di hamparan gersang

Berharap semilir angin menyapa kenang

Meski terdampar di musim hujan

Patah angan pupuslah harapan

 

 

Rumput liar bersorak berpesta riang

Nyinyir menyaksikan patahan terbuang

Terlena rayuan angin yang menghilang

 

 

Ilalang merunduk menggenggam rindu

Tangis terisak sesak menahan malu

Luruh terdiam bungkam membisu

 

 

Ada saatnya ilalang tertimpa embun

Patahnya tumbuh rimbun berayun

Gemulai menebar pesona nan anggun

Nikmati syukur anugerah bertimbun

 

 

Probolinggo, 16102020

 

TAK SENIKMAT KOPIMU Ifa Arifin Faqih

 

Nikmati saja suguhanku

Sekadar kopi pahit kujamu

Namun tetap manis dalam rasa

Sebab kuseduh penuh cinta

 

Secangkir hangatnya sapa

Tertuang dalam aksara

Meski tanpa aroma

 

Ini kopiku dalam kepulan hangat

Tak senikmat kopi yang kau buat

Kopi pagi untukmu terkasih sahabat

 

Jangan diangan pahitnya rasa

Namun kenang indahnya bersama

Dalam jalinan silaturahmi nan erat

Kopi pahit candu dalam aroma nikmat

 

Probolinggo, 15102020

 

MALAM TANPA MIMPI  Ifa Arifin Faqih


 Malam tak lagi bersahabat

Gigilnya enggan memeluk erat

Mimpi tak bisa lagi kuharap

Sepi hanya diam senyap

 

 Anganku menepi tanpa imaji

Raga luruh tak berdaya lagi

Terkulai lemah hilang semangat diri

 

 Andai saja waktu tak segera lalu

Ingin kupetik aroma rindu

Untuk temani rasa yang kian sendu

 

 Namun, untuk apa berkeluh kesah

Semua hanya pahatan langkah

Agar indah hidup dalam kehidupan

Bersyukur atas nikmat dan segala ujian

 

 

Probolinggo, 13102020

 

 

 

SEBAB PANGKAT Ifa Arifin Faqih

 

santai saja menuju suksesi

bila tercipta jembatan hati

tak perlu repot melewati uji

semua sudah tertulis pasti

 

pintarmu yang selangit tata di atas bukit

hanya bisa tersenyum untuk bisa bangkit

nyatanya, tanpa sekarung koin terlindas sakit

 

yang dekat akan merapat yang jauh tak akan dapat

sekat-sekat mutilasi martabat sudah dibuat

zaman dianggap karat manusia berotak keparat

 

berkoloni mengais nikmat hitam

berkolaborasi menyulam langkah kelam

tangan mengepal menjadi besi rongsokan

sebab hati manusia berubah seperti hewan

 

Probolinggo, 11102020

 

 

LANGIT MENDUNG Ifa Arifin Faqih  

 

Jeritan dengki memaki

Hinakan harga diri

Kobarkan kata benci

Bertepuk tanpa bunyi

 

Tiada langit tanpa mendung

Tiada perjalanan tanpa tersandung

Hakikat hidup mengais untung

 

Probolinggo, 10102020

 

 

 

PUISI DI LANGIT GERIMIS

 

 

Setiap baitmu melukis cakrawala kalbu

Berarak sendu menghias langit biru

Namun kau tak pernah peduli dan tak tahu

Petir menyambar awanku menjadi kelabu



Jangan katakan tentang mendungnya jiwa

Sebab hujan rasa yang kau punya

Hanya merayu pelangi membias warna



Berpijarlah ke arahku, ketika merasa lelah

Kita berbincang tentang perjalanan singgah

Tentang luka dan cerita indah sebuah kisah



Dan kau acuhkan mendung menyelimuti hati

Hanya hening seketika, merajuk untuk pergi

Kubiarkan tetesan gerimis menghapus jejak

Tilas langkahmu yang pernah menapak



Probolinggo, 10-10-2020

 

 

 

SAJAK CINTA

 

 

Aku pinjam kata-katamu

Untuk mengeja rindu

Merangkai aksara jiwa

Menguntai syair bermakna

 

 

Kubaca sajakmu bertajuk cinta

Menabur kasih kalimat bersahaja

Gaung puja kepada Pencipta

 

 

Probolinggo, 09102020

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler