ADAGIO DUA PENGAMEN
Gunung duri hutan angker
Dalam diri segala bertengger
Hello, kita bertemu di gang
Adalah takdir perjuangan
Hari baik segala sesuatunya unik
Kamu petik gitarmu nyanyikan sunyi
Aku teriakan lagu sebagai harap palsu
Kita berbeda tapi satu jua
Mencari nafkah dalam susah
Bukan ingin mengubah nasib
Sekedar bertahan sesuap nasi
Mata langit melotot tak pasti
Entah apa yang terjadi
Telinga bumi tuli
Mendengarkan suara hati
Untungnya kita bisa tersenyum
Dan menyadari bukan siapa-siapa
Pohon hanjuang merah warnanya
Pohon melati putih bunganya
Enam senar satu getarannya
Dua orang berpadu pandangannya
Siapa ingin seperti ini
Mencari recehan tanpa kepastian
Mengembara dalam kebimbangan
Kerjaan sulit didapat
Ekonomi pun mampat
Tak ada modal tak bisa usaha
Jualan perlu tambahan
Sedang sehari konser di jalan
Sehari itu habis uang
Minggu ke minggu bingung dan ragu
Ke arah mana harus kita tuju?
Rumah ke rumah punya karakteristik
Orang bijak pantrang untuk berpolitik
Ikan menggelepar kepanasan
Kijang pegel linu berlarian
Hidup dari waktu ke waktu
Tak ada perubahan
Dua pengamen sejenak berbincang
Banyak kenangan dibagikan
Sayang tidak menjadi sebait puisi
Atau halaman prosa
Padahal banyak seni, kisah indah
Pengalaman suka duka perjalanan
Agung Gema Nugraha
2 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru