Skip to Content

#4334 dan #437_Indah Sri Hartati

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/CYMERA_20200717_190015.jpg
CYMERA_20200717_190015.jpg

 

 

Indah Sri Hartati
Menetap di Bogor, Jawa Barat.
Gemar menulis sejak masa sekolah

 

 

GUGURAN HARAP

Indah Sri Hartati

 

 

Senja di atas bukit tak lagi terdengar kicau kenari

Kutatap mentari yang perlahan beringsut pergi

Langit jingga merayap gelap

Menghantar unggas-unggas menuju lelap

 

 

Di antara kelam ada harap yang masih erat tergenggam

Entah sejak kapan bersemayam

Tak terhitung waktu yang terus timbul tenggelam

 

 

Sudah sekian purnama terlewati

Asa ini tak pernah bertemu tepi

Mungkinkah gugur angan yang selama ini terpatri

 

 

Rimbun daun satu-satu mengering

Meranggas terhempas ke bumi

Dalam gamang hati bergeming

pasrah pada ketentuan Illahi

 

 

Bgt, 260820

 

 

MENUJU SANG MAHA KARYA
Indah Sri Hartati / Ish

Rinai gerimis di bulan Juli
Adalah keteduhan yang menjemput
Dan menghantarmu pada haribaan Illahi
Bersama doa doa yang saling bertaut

Jiwamu tidak pergi
Bergema dalam hati
Bertaut dalam untaian diksi

Bersama cinta yang sederhana
Sajak sajak kasih penuh makna
Ikhlasmu membahana

Bumi memeluk penuh cinta
Angin sepoi menemani perjalanan panjang
Pulang menuju Sang Maha karya
Lelap abadi di haribaan yang tenang

Bgr, 220720_43-34

 

RINDU CAHAYA
Indah Sri Har'tati

Tertatih mencari pelita
Saat tersapa gulita
Bias hati remang
Rindu cahaya terang

Walau setitik namun berarti
Sebagai petunjuk arah diri
Kemana langkah harus pergi

Bogor, 140620_ 43_7

 

 

BUNGA KENANGAN
Indah Sri Har'tati

Elok rupamu sungguh menawan
Banyak menghias setiap taman
Kelopak nan indah mekar
Harum aroma selalu menebar

Bunga ros penuh kenangan
Bentuknya sungguh rupawan
Siapapun melihat pasti tertawan

Banyak mata ingin memandang
Jemari mengusap, membelai sayang
Tak mampu terpetik, jadi terkenang

Jangan sembarang memetik bunga
Tangkai berduri adalah pelindungnya
Siapa tak hati-hati akan terkena
Jangan salahkan duri yang ada

Bgr, 190620_ 4334

BERPUTIK LAGI
Indah Sri Har'tati

Hilang sendu melarut
Saat fajar bertandang
Menghalau pekat kabut
Membawa bias terang

Kembang layu siap berganti
Gugur dan berputik lagi
Menanti mekar menebar wangi

Bogor, 020718



DAUN GUGUR
Indah Sri Hartati / Ish

Sunyi terasa mencekam
Jiwa mendulang rindu
Malam kian temaram
Indah mengharu biru

Desir angin melenakan rasa
Daun gugur terkapar jua
Pasrah pada kehendak-Nya

Bgr_280418

 

 

TEPIAN RASA
 

Kutanggalkan apa yang harus ku lepas
Keriuhan yang membingungkan, seringkali membuat cemas
Bising yang mengelabui pendengaran
Membuat nanar tatapan

 

Aku menepi dari kerancuan rasa
Yang sering kali berdebat dalam dada
Mengagungkan ego semata

 

Aku menjauh dari arah tanpa tujuan
Menyusur jalan setapak kehidupan
Menuju-Mu tempat akhir haribaan

 

Kudiamkan deburan jiwa yang bergolak
Kutimang dengan alunan nama-Nya sepenuh hati
Teredam ombak, menjadi riak
Mengalun, memeluk tepian rasa, damai

 

Bgr, 150720_4334

 

 

KUNANG-KUNANG MENARI

Amblas segelas kopi
Sepahnya habis terlumat
Direguk berulang kali
Sesaat raga sekarat

 

Pelangi di mata berpendar
Kunang-kunang girang menari liar
Terbentur kepala bangun tersadar

 

Bgr, 240618

 

GELIAT RINDU

Binar bintang meredup
Geliat rindu menyusup
Bunga mekar sempurna
Seakan mewakili rasa

 

Lirih suaramu terbawa kabut
Berdesir angin berbisik lembut
Biarkan rindu terus bertaut

 

#Bgr_180419_43_7.

 

DI ANTARA

Di antara lima
Ku tambah dua
Seutuhnya diri berpasrah
Mengharap bertambah berkah

 

Gelap sebelum fajar datang
Atau pagi menjelang siang
Diam dalam doa tenang

 

Bgr, 160620_437

 

BUNGA BAKUNG

 

Mentari tiada tampak

Awan kelam memeluknya

Daun-daun tidak bergerak

Angin enggan menyapa

 

Pagi masih terasa sendu

Bunga bakung gugur layu

Awan kelam lekaslah berlalu

 

Bgr, 121118

 

 

BENIH TERLANJUR

Gelap awan terasa
Sinar sirna menjauh
Tiada daya upaya
Hidup kini bertaruh

 

Gelinjang hidup tak urung
Bisik bertebar membuat murung
Benih terlanjur dalam kandung

Bogor, 240619_437

 

BENGONG SENDIRI

Langit gelap pekat
Gerimis bertandang lebat
Daun ranting bergoyang
Gugur basah tergenang

 

Tak ada segelas kopi
Atau sekedar sepotong roti
Akhirnya aku bengong sendiri

 

Bogor, 250618

Komentar

Foto Maskur

Puisi

Pas terbaca puitis dan aroma keindahan kata kata tertata termaksud

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler