Skip to Content

Puisi

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Dinding Persenggamaan Waktu

Dinding Persenggamaan Waktu

?

semua yang kulihat ,

semua yang kugenggam ,

semua yang dengar ,

semua yang kurasa ,

hanyalah sesuatu yang semu.. yg hanya akan meninggalkan sebuah tanda tanya besar !

akankah semua terjawab?

entahlah..!

Kertas dan pena



Kasih...
Aku tak cemas bila tak ada kertas untuk kutulis kata cinta.
Atau pena agar cintaku ini kau baca.
Karna kau tahu...
Akupun tahu...

Klitik Topeng

Seperti gelandangan
termenung dalam emperan kosan
dengan muka lusuh dan sebatang lisong
Dihempaskan asap amarah dari cocotnya

Ah topeng itu
tidaklah kalian melihat itu?
Menari
meronta

Sepasang Mata

Sepasang mata yang paling nelangsa itu tahu, bahwa puisi memang selalu tentang rasa. Tak pernah ada yang direkayasa.

our wedding

Mestikah  pada baris ucapanmu ada kekhawaritan  kebimbangan

Bukankah aku yang mengajarkan keteguhan dan keyakinan

bumi

jangan cintai aku apa adanya

Kalangan Jelata

Tuhan aku tidak lelah Engkau takdirkan menjadi rakyak bawah

Biarkan mereka Menjadi tinggi dengan kerendahanku

Biarkan mereka menjadi mulia karena kemiskinanku

Hanya Perulangan #1

setiap membuka pintu

selalu tebentang lanskap yang sama:

 

     rumah-rumah berdempetan berwarna layu

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler