Malam, padamu menelikung
menghunus belati yang canggung,
"Dimana jantung?"
siapakah yang meriuhku, adakah sepi ?
menghalau angin memanah rembulan, dingin
mendesing hingga ke remangnya
sampai saat aku terlepas, benar.
Lika-Liku 4 Wanita
duha bergulir diantara subuh-subuh yang terlupa
merangkak merobek celah mega merah
tersungkur bersimpuh diantara butir-butir tasbih
seperti penuh cahaya,
Teater Sunda Kiwari kembali menggelar Festival Drama Basa Sunda (FDBS) XII/2012. Kali ini FDBS digelar di Gedung Kesenian (GK) Rumentangsiang, Jln. Baranangsiang Bandung, 12 Maret - 5 April 2012.
Kala cinta yang tapa, memahami jarak di jungkir tasawuf, waktu jadi batu.
Hanya risau rasa percaya tumbuh di selisik ilalang fikiran yang buntu
Ah, getah rindu yang syahdu, merekat di kedalaman kalbu
Komentar Terbaru